BATAM, Owntalk.co.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam resmi digelar di Hotel Aston Thamrin, Minggu (12/4/2026). Momentum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memperkuat posisi partai dalam menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Kepulauan Riau (Kepri), Rocky Marciano Bawole, S.Sos., menyatakan bahwa Kota Batam merupakan episentrum kemenangan politik di tingkat provinsi. Menurutnya, dengan porsi 55 persen anggota DPRD Kepri berasal dari Batam, kemenangan di kota ini menjadi kunci dominasi PKB.
“Perjuangan ini harus terukur dan kolektif. Target besar kita adalah membawa PKB masuk tiga besar di Batam pada Pemilu 2029, sekaligus meraih enam kursi pimpinan DPRD,” tegas Rocky dalam sambutannya.
Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan apresiasi atas pertumbuhan PKB yang berhasil meningkatkan perolehan kursi legislatif dari tiga menjadi empat kursi. Ia berharap Muscab ini menghasilkan program kerja yang sinergis dengan pembangunan daerah.
Transformasi Menjadi Partai Gerakan
Puncak pengarahan politik disampaikan oleh perwakilan DPP PKB, Hanif Dhakiri. Ia menegaskan bahwa PKB tengah bertransformasi menjadi partai nasional yang inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Hanif menginstruksikan kader agar mengubah orientasi politik dari sekadar partai elektoral yang aktif saat pemilu menjadi “partai gerakan” yang hadir setiap saat di tengah persoalan masyarakat.
“PKB bukan lagi sekadar partai identitas, tetapi alat perjuangan bagi masyarakat lemah. Menang Pemilu adalah kewajiban, bukan lagi diskusi. Namun yang lebih penting, PKB harus menjadi solusi nyata atas persoalan rakyat,” ujar Hanif lugas.

Di sisi lain, Muscab kali ini diwarnai dengan mencuatnya sejumlah nama kandidat yang akan memimpin DPC PKB Batam ke depan.
Dari empat nama yang beredar, dua figur menjadi sorotan tajam publik, yakni petahana Ketua DPC PKB Batam, Surya Makmur Nasution, dan anggota DPRD Kota Batam, Hendrik.
Keduanya dinilai memiliki basis dukungan yang kuat dan menjadi perbincangan hangat di internal kader maupun masyarakat luas.
Kendati demikian, mekanisme penetapan kepengurusan tetap mengikuti aturan organisasi di tingkat pusat.
Keputusan akhir mengenai siapa yang akan menakhodai PKB Batam sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui pertimbangan strategis pasca-Muscab. Kini, para kandidat dan kader menunggu pengumuman resmi sembari terus memperkuat barisan di tingkat akar rumput.

