Tanggapi Mekanisme Baru Penerimaan Prajurit TNI, Mahfud MD: Jadi PNS Juga Bisa Keturunan PKI

Date:

Related stories

Muswil IV Pemuda Pancasila Kepri Resmi Dibuka, Siapakah Nahkoda Selanjutnya

Batam, Owntalk.co.id - Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Riau (Kepri)...

Petugas Gabungan Gelar Razia Pajak Kendaraan di Daik – Lingga

Lingga, Owntalk.co.id - Sejumlah kendaraan bermotor terjaring razia saat...

Jelang Konser Noah, PTSP Periksa Perizinan Holywings Batam

Batam, Owntalk.co.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu...

NELAYAN KARIMUN TERSAMBAR PETIR SAAT MENJARING IKAN DI PERAIRAN TAKONG HIU KAB. KARIMUN

Karimun, Owntalk.co.id - Sat Polairud Polres Karimun berhasil evakuasi...

PT Timah Serahkan Bantuan Kursi untuk Mendukung Kegiatan Masyarakat Dusun II Desa Gemuruh

Kundur Barat, Owntalk.co.id -- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana...

Jakarta, Owntalk.co.id – Menanggapi kebijakan Panglima TNI, Jenderal Andika, Perkasa yang mengizinkan keturunan PKI bisa mendaftar TNI membuat Menko Polhukam Mahfud MD buka suara.

Dalam kuliah umumnya yang membahas soal politik, hukum dan keamanan di kampus IPDN, Kabupaten Sumedang, Mahfud MD mengatakan bahwa kebijakan ini sudah dilakukan lama di institusi lain.

Mahkamah Konstitusi merupakan institusi pertama yang berani membuat kebijakan ini untuk jabatan politik di dalamnya.

“Jadi TNI bukan yang pertama, Kalau Mahkamah Konstitusi dulu berani sekali membuat keputusan untuk jabatan politik boleh, itu kan Mahkamah Konstitusi yang mulai dulu pertama,” ujarnya.

Menurutnya saat ini yang terpenting bagi peserta seleksi Tni ialah ideologi peserta. Peserta tentunya harus berideologi Pancasila.

Dalam artian, jika seseorang bukan keturunan PKI tetapi memiliki ideologi PKI, maka orang tersebut tidak boleh masuk TNI.

Baca Juga :

Sebelumnya dalam rapat koordinasi penerimaan prajurit 2022, Andika Perkasa menyampaikan tidak ada lagi larangan bagi keturunan PKI untuk masuk TNI.

Dalam rapat tersebut Andika mengoreksi sejumlah mekanisme terkait penerimaan prajurit TNI. Salah satunya larangan keturunan pelaku peristiwa 1965 dan 1966 untuk diterima sebagai TNI.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories