Warga Batam Wajib Coba, Maknyuss Ayam di D’Celup Cuma 12 K

Date:

Related stories

Muswil IV Pemuda Pancasila Kepri Resmi Dibuka, Siapakah Nahkoda Selanjutnya

Batam, Owntalk.co.id - Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Riau (Kepri)...

Petugas Gabungan Gelar Razia Pajak Kendaraan di Daik – Lingga

Lingga, Owntalk.co.id - Sejumlah kendaraan bermotor terjaring razia saat...

Jelang Konser Noah, PTSP Periksa Perizinan Holywings Batam

Batam, Owntalk.co.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu...

NELAYAN KARIMUN TERSAMBAR PETIR SAAT MENJARING IKAN DI PERAIRAN TAKONG HIU KAB. KARIMUN

Karimun, Owntalk.co.id - Sat Polairud Polres Karimun berhasil evakuasi...

PT Timah Serahkan Bantuan Kursi untuk Mendukung Kegiatan Masyarakat Dusun II Desa Gemuruh

Kundur Barat, Owntalk.co.id -- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana...

Batam, Owntalk.co.id – Warga Batam, Ada satu lagi nih, usaha kuliner yang menambah deretan menu makan siang kamu. Ayam olahan D’Celup dengan berbagai variasi saos akan buat kamu ketagihan.

Kuliner maknyus ini baru saja launching di Batam, tepatnya di Ruko Bengkong Indah Atas No.87 persis di seberang Bengkong Indah Supermarket.

Menariknya, menikmati Ayam Crispy dengan olahan terbaik, kamu tak perlu mengeluarkan bayaran yang cukup besar, cukup dengan Rp 12 Ribu kamu sudah bisa nikmati Ayam di D’Celup dengan pilihan saos kamu sendiri.

Oh ya, di D’Celup, kamu bisa menikmati Ayam Crispy dengan banyak pilihan saos, diantaranya BBQ, Cheese dan Sadis.

blank

Marketing D’Celup Batam, Ilham mengatakan setelah launching di Batam, hingga kini outlet selalu kebanjiran konsumen. Dia menyebut, seluruh konsumen yang berkunjung akan kembali untuk melakukan pembelian ulang.

“Meski baru, D’Celup kini mulai memiliki penggemar di Batam, Rata-rata konsumen kembali lagi ke outlet selain karena harga yang murah juga sangat menikmati olahan saos dari D’Celup,” Lanjut Ilham.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories