12 Masalah tak Tuntas di Batam. No 8 Banyak di keluhkan

  • Bagikan
berita terkini batam
Calon walikota Batm, Lukita D Tuwo saat memaparkan program kerja dihadapan DPRD Batam. (foto : owntalk)

Batam, Owntalk.co.id – Pasangan Calon walikota Batam Nomor Urut 01, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid Haz memaparkan visi misi dan program kerja mereka jika terpilih menjadi walikota dan wakil walikota Batam periode 2021-2024.

Pemaparan itu dilakukan pada Rapat Paripurna Masa persidangan 1 tahun 2020 di Gedung Utama DPRD kota Batam.

Tak hanya memaparkan program kerja pasangannya, Lukita juga merangkum 12 persoalan yang berlum tuntas dikota Batam.

Dalam catatan pasangan Luar Biasa (Lukita Basyid) itu, selama lima tahun terakhir terjadi penurunan dalam kinerja pembangunan Kota Batam. Hal tersebut ditunjukkan sebagai berikut :

1. Pertumbuhan ekonomi Batam selama 5 tahun terakhir di bawah ratarata nasional (tumbuh rata-rata sekitar 4% per tahun).

“Pembangunan ekonomi Batam berjalan seperti Auto Pilot, tidak melakukan adaptasi terhadap adanya perubahan dalam situasi perekonomian global serta situasi perekonomian nasional,” kata Lukita dalam Pemaparan nya di hadapan para Anggota DPRD kota Batam dan Pjs Walikota Batam.

Lukita mencontohkan, Batam tidak melakukan adaptasi
terhadap adanya perubahan dalam situasi perekonomian global. Seperti maraknya free trade agreement, perang dagang Cina dan
Amerika Serikat, maju pesatnya India, Vietnam, dan lain-lain, serta
perkembangan harga migas dunia.

Selain itu, situasi perekonomian nasional seperti kebijakan pelarangan ekspor bahan mineral mentah ke Luar Negeri, pengembangan KEK, intensifikasi pajak, dan terpenting cara pandang Pemerintah Pusat terhadap kekhususan Batam.

” Karena antisipasi dan adaptasi kebijakan tidak terjadi maka
daya saing Batam melemah. Investor yang ada mulai hengkang ke Negara lain. Investor baru tidak banyak lagi yang mau datang ke Batam,” Papar Lukita

2. Menurunnya lapangan kerja yang tersedia untuk masyarakat. Tingkat pengangguran tinggi sekitar 7,8 persen (sebelum Covid 19)

Lukita yang juga pernah menjabat Sekretaris Menko Perekonomian itu mengatakan bahwa dampak hengkangnya perusahaan dari Batam akan mempengaruhi angka pengangguran. Sehingga ini berbanding lurus pada tingkat kemiskinan yang juga mengalami kenaikan menjadi sekitar 5% (sebelum Covid 19). Setelah Pandemi Covid 19, data-data tersebut dipastikan semakin memburuk setelah covid 19.

“Masyarakat di penjuru kota Batam banyak yang menjerit, berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.” Lanjut dia

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *