Batam  

Dukung Polda Kepri Usut Tuntas Soal Blackout, PGIW Kepri Ajak Masyarakat Sudahi Narasi Negatif

Sekretaris Umum PGIW Kepri, Pdt. Dr. Otniel Harefa

BATAM, Owntalk.co.id — Pengurus Wilayah Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGIW) Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat, khususnya umat Kristiani di Kota Batam, agar menyikapi peristiwa padamnya listrik (blackout) secara bijak, tenang, dan seimbang. Warga juga diminta mendukung penuh kepolisian dalam mengusut tuntas motif hingga aktor intelektual di balik insiden tersebut.

​Sekretaris Umum PGIW Kepri, Pdt. Dr. Otniel Harefa, menyatakan bahwa pernyataan resmi dari Polda Kepri dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait adanya dugaan kelalaian atau kesengajaan oleh oknum petugas seharusnya dapat mengakhiri spekulasi liar di tengah publik.

​”Pernyataan resmi kepolisian ini semestinya dapat mengakhiri polemik di tengah masyarakat maupun media sosial demi menjaga kedamaian dan situasi yang kondusif,” ujar Otniel.

​Otniel menegaskan, kepolisian perlu didukung penuh untuk bekerja secara profesional guna mengungkap motif tindakan tersebut. Hal yang tidak kalah penting, menurutnya, adalah mengidentifikasi dan menangkap pihak yang menjadi “dalang” di balik terhentinya pasokan listrik yang berdampak pada wilayah Batam, Bintan, hingga Tanjungpinang.

​Ia menyayangkan peristiwa tersebut karena dinilai berpotensi merugikan reputasi Kota Batam yang saat ini tengah mendapat kepercayaan tinggi dari investor domestik maupun mancanegara. Menurutnya, keunggulan utama Batam terletak pada posisi strategis di jalur pelayaran Selat Malaka sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

​”Sudahi narasi negatif dan penyebaran berita bohong berdalih kepedulian. Saatnya masyarakat Batam bersatu menciptakan iklim yang kondusif dan nyaman bagi investasi,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Otniel mengimbau publik untuk tidak menjadikan insiden listrik padam ini sebagai bahan kampanye negatif yang merusak citra Batam di mata dunia. Ia mengapresiasi langkah cepat PT PLN dalam memulihkan sistem kelistrikan serta penanganan hukum yang cepat oleh aparat kepolisian.

​Mengutip nasehat Kitab Yakobus 1:19, Otniel mengingatkan masyarakat untuk selalu bersikap bijak dalam berkomunikasi.

“Hendaklah kita cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata. Mari kita berbicara setelah berpikir matang agar tidak memicu polemik berpanjang dan tetap fokus mendukung Batam sebagai pusat ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Exit mobile version