Jakarta, Owntlak.co.id – Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema resmi dipercaya menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI), menggantikan Letjen TNI Tri Budi Utomo yang mendapat penugasan baru sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).
Gabriel Lema mulai mengemban jabatan strategis tersebut pada 20 Oktober 2026. Sebelum ditunjuk sebagai Sekjen Kemhan RI, jenderal bintang tiga itu menjabat Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari rotasi jabatan perwira tinggi TNI sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan karier Gabriel, yang telah mengemban berbagai tugas penting di lingkungan TNI Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan.
Berasal dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gabriel dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang militer. Pengalamannya mencakup kepemimpinan satuan tempur, komando teritorial, perencanaan operasi, hingga pengelolaan organisasi.
Perjalanan Karier Militer Gabriel Lema
Gabriel Lema lahir pada 24 Maret 1968 dan merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990 dari kecabangan Infanteri. Ia memulai perjalanan pengabdiannya sebagai perwira TNI Angkatan Darat dengan menjabat Komandan Peleton II Yonif 407/Padmakusuma pada periode 1991–1994.
Kariernya kemudian berkembang melalui berbagai penugasan di satuan militer. Gabriel pernah menjabat Komandan Kompi Senapan Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama, Komandan Yonif Raider 733/Masariku, serta Komandan Brigif 24/Bulungan Cakti pada 2011–2013.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Komandan Korem 022/Pantai Timur pada 2016–2017, kemudian Komandan Korem 033/Wira Pratama pada 2017–2020.
Pada 2020–2021, Gabriel mengemban tugas sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Pattimura. Selanjutnya, ia menjabat Inspektur Kodiklatad pada 2021–2022.
Kariernya semakin menanjak ketika dipercaya menjadi Panglima Kodam XVIII/Kasuari pada 2022–2023. Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam memimpin organisasi kewilayahan dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas pertahanan di wilayah Papua Barat.
Pernah Menjabat Asisten Operasi Panglima TNI
Pada 2024–2025, Gabriel dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Operasi Panglima TNI (Asops Panglima TNI). Posisi tersebut berkaitan dengan perencanaan dan koordinasi operasi di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Setelah menyelesaikan penugasan tersebut, Gabriel mendapat kepercayaan memimpin Badan Cadangan Nasional di lingkungan Kementerian Pertahanan.
Pengalaman dari berbagai jabatan itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga dipercaya menduduki posisi Sekjen Kemhan RI.
Tanggung Jawab Strategis di Kementerian Pertahanan
Sebagai Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Gabriel Lema mengemban tanggung jawab penting dalam mendukung penyelenggaraan administrasi dan tata kelola kelembagaan Kementerian Pertahanan.
Sekretariat Jenderal memiliki peran dalam mengoordinasikan dukungan administratif, pengelolaan sumber daya, serta pelaksanaan berbagai program kementerian. Fungsi tersebut diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan organisasi berjalan efektif dan mendukung pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional.
Jabatan ini menuntut kemampuan manajerial, koordinasi lintas unit, serta pengelolaan kelembagaan yang baik. Pengalaman Gabriel dalam memimpin satuan militer dan menduduki jabatan strategis di lingkungan TNI maupun Kemhan menjadi bagian dari rekam jejak yang menyertainya dalam menjalankan amanah baru tersebut.
Menjadi Kebanggaan Masyarakat NTT
Penunjukan Gabriel Lema sebagai Sekjen Kemhan RI juga menjadi perhatian masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores Timur, daerah asalnya.
Perjalanan karier Gabriel menunjukkan pengabdian panjang seorang perwira TNI yang meniti jenjang kepemimpinan dari tingkat satuan hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan pusat.
Dengan pengalaman di bidang komando, operasi, dan pengelolaan organisasi, Gabriel kini mengemban tanggung jawab untuk mendukung efektivitas tata kelola Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.
Amanah baru tersebut sekaligus menjadi babak penting dalam perjalanan pengabdiannya kepada negara, di tengah kebutuhan akan koordinasi kelembagaan dan dukungan administrasi yang kuat untuk menunjang kebijakan pertahanan nasional.
