Simeon Senang Klarifikasi Pemberitaan dan Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas Batam

Simeon Senang bersama sejumlah pemuda Indonesia Timur usai memberikan klarifikasi terkait polemik pemberitaan kasus pengambilan pasir di Kota Batam, Kamis (7/5/2026).

Batam, Owntalk.co.id – Tokoh muda Indonesia Timur di Kota Batam, Simeon Senang, menyampaikan klarifikasi terbuka terkait pemberitaan mengenai polemik viral pengambilan pasir oleh dua warga bernama Alex dan Agus yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial maupun sejumlah media daring.

Dalam keterangannya, Simeon menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda NTT Kota Batam maupun pengurus paguyuban Indonesia Timur tertentu, sebagaimana disebutkan dalam salah satu pemberitaan media.

“Saya perlu meluruskan bahwa saya tidak sedang dalam kapasitas sebagai pengurus paguyuban mana pun. Saya berdiri secara pribadi dan atas nama kemanusiaan dalam menyikapi persoalan saudara kita Alex,” ujarnya kepada Owntalk, Kamis (7/5/2026) sore.

Ia menyayangkan adanya pemberitaan yang mencantumkan dirinya sebagai Ketua Pemuda NTT Kota Batam, karena menurutnya organisasi paguyuban memiliki struktur kepengurusan yang jelas.

Selain itu, Simeon juga menyoroti penggunaan diksi “pencuri” dalam sejumlah pemberitaan terkait kasus pengambilan pasir yang dilakukan Alex dan Agus. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut dinilai kurang tepat dan berpotensi menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pasir yang diambil merupakan endapan yang terbawa hujan dan berada di parit, yang kemudian dikeruk untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita harus objektif melihat persoalan. Mereka bukan mengambil pasir di lokasi tambang, melainkan mengeruk pasir endapan di parit untuk menambah penghasilan sehari-hari,” katanya.

Di sisi lain, Simeon mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam dan BP Batam yang telah memberikan perhatian terhadap Alex setelah viralnya kasus tersebut. Menurutnya, keputusan memberikan pekerjaan kepada Alex sebagai petugas Ditpam BP Batam merupakan bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena pemerintah hadir memberi solusi. Ketika akibat pemberitaan itu saudara kita kehilangan pekerjaan, kemudian diberikan kesempatan bekerja kembali, itu patut diapresiasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dukungannya terhadap Alex murni inisiatif pribadi sebagai warga Batam dan bukan mewakili organisasi, paguyuban maupun instansi pemerintah tertentu.

“Saya bertanggung jawab penuh secara pribadi terkait persoalan ini. Ini murni panggilan moral dan kemanusiaan untuk mendukung langkah pemerintah yang telah memanusiakan manusia,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Simeon turut mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Batam tetap aman dan kondusif. Ia berharap persoalan yang menurutnya sudah menemukan solusi tersebut tidak lagi digiring ke arah yang dapat memperkeruh suasana.

Menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk membantu menenangkan keadaan, bukan justru memperbesar polemik yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kita semua tentu ingin Batam tetap kondusif. Jangan sampai persoalan yang sudah selesai justru terus dibawa ke arah yang dapat menimbulkan kegaduhan baru,” ujarnya.

Simeon juga berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan tertentu ataupun mengeksploitasi kondisi saudara sendiri demi membangun opini yang berkepanjangan.

“Harapan saya, mari kita kedepankan rasa persaudaraan, menjaga kebersamaan, dan mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan suasana yang harmonis di Kota Batam,” tutupnya.

Exit mobile version