Batam, Owntalk.co.id – Tokoh pemuda Indonesia Timur di Kota Batam mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga harmoni dan tidak terprovokasi isu rasial menyusul polemik yang muncul pasca inspeksi mendadak (sidak) aktivitas pengambilan pasir ilegal di kawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim International Airport, pada 29 April2026.
Imbauan tersebut disampaikan Simeon Senang, yang menilai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat seharusnya tidak diperkeruh, apalagi hingga menyeret persoalan ke ranah rasialisme.
“Persoalan ini pada dasarnya sudah tuntas dan tidak perlu diperpanjang. Jangan sampai berkembang menjadi isu rasial yang justru merusak persatuan. Batam ini rumah kita bersama,” ujar Simeon, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, namun harus dilakukan secara elegan, objektif, dan konstruktif. Menurutnya, menjaga suasana kondusif menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Batam, Willy Goran, menyampaikan apresiasi terhadap Kapolresta Barelang, Anggoro Wicaksono, yang dinilai berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama polemik berlangsung.
Ia juga menyoroti langkah humanis yang diambil aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Batam, termasuk koordinasi dengan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam menangani warga yang terdampak.
Salah satu contoh nyata adalah Alex, warga asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang sempat kehilangan pekerjaan sebagai petugas keamanan di Perumahan Cipta Regency setelah video terkait kasus tersebut viral. Melalui fasilitasi pihak terkait, Alex kini mendapatkan pekerjaan baru di lingkungan Ditpam BP Batam.
Di hadapan Kapolresta Barelang, Alex mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan Ibu Li Claudia yang telah membantu kami masyarakat kecil. Ada hikmah di balik semua ini,” ujarnya dengan suara haru.
Polemik sidak ini menjadi perhatian publik tidak hanya dari sisi penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan KKOP, tetapi juga dari pendekatan penyelesaian yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Masyarakat pun diharapkan tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah.
