Batam, Owntalk.co.id – Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Batam, Andi Tajuddin, mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi polemik yang berkembang terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dengan kepala dingin dan semangat persaudaraan.
Menurut Andi Tajuddin, dinamika dan perbedaan pendapat dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan merupakan hal yang wajar. Namun ia menilai, persoalan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat Batam yang selama ini hidup harmonis dalam keberagaman.
“Kami di KKSS melihat persoalan ini sudah dikomunikasikan dengan baik. Ibu Li Claudia juga sudah bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, suasananya hangat, santai, penuh kekeluargaan, dan saling memahami,” ujar Andi Tajuddin.
Sementara itu, Yunus Muda, pembina KKSS menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak ada ketegangan ataupun persoalan besar seperti yang berkembang di media sosial. Bahkan menurutnya, semua pihak memiliki semangat yang sama untuk menjaga Batam tetap aman, nyaman, dan terus berkembang.
“Yang kami lihat justru ada saling dukung dan saling menguatkan untuk bersama-sama membangun Batam. Jadi jangan lagi ada narasi yang memperkeruh suasana atau memecah hubungan antarmasyarakat,” katanya.
Yunus juga mengajak masyarakat Sulawesi Selatan di Batam untuk tetap menjaga nilai-nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge—yakni saling menghormati, saling memuliakan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Batam ini rumah bersama. Semua suku, semua golongan punya hak yang sama untuk hidup damai dan mencari penghidupan di kota ini. Karena itu mari kita jaga suasana tetap teduh dan jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang memecah persaudaraan,” tutupnya.
