banner 728x90

Polemik Sampul Majalah Tempo, NasDem Kepri Gelar Konsolidasi dan Nyatakan Sikap

Kader partai Nasdem Kepri saat melakukan pernyataan sikap didepan Kantor Dpw Nasdem Kepri

BATAM, Owntalk.co.id – Kader Partai NasDem di Kepulauan Riau bereaksi keras terhadap sampul Majalah Tempo edisi terbaru yang menampilkan karikatur Ketua Umum Surya Paloh. Visual tersebut dinilai telah melampaui batas kritik jurnalistik dan mencederai martabat partai.

​Merespons hal itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kepri menggelar konsolidasi di Sekretariat NasDem, Ruko Grand Niaga Mas, Batam, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan yang dihadiri jajaran anggota DPRD Fraksi NasDem tersebut secara khusus membahas laporan utama bertajuk “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk”.

Sekretaris DPW NasDem Kepri, Dewi Socowati, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan isi pemberitaan sebagai bentuk kontrol sosial. Namun, ia menyayangkan visualisasi karikatur yang dianggap tidak mengindahkan etika.

“Karikatur itu merendahkan martabat kami. Sebagai pengurus wilayah, kami wajib mendengar suara kader dan simpatisan yang merasa terhina. Personifikasi itu terlalu jauh dan memberi dampak negatif pada persepsi publik,” ujar Dewi tegas.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kota Batam, Arlon Veristo, meluruskan narasi yang membandingkan partai dengan entitas bisnis. Ia menekankan bahwa pertemuan Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto adalah bagian dari komunikasi politik yang sehat, bukan transaksi korporasi.

“NasDem ini partai politik, bukan perusahaan. Narasi ‘PT’ itu menyesatkan. Komunikasi politik antar-tokoh bangsa adalah hal lumrah dalam demokrasi,” kata Arlon.

Meski mengecam keras, DPW NasDem Kepri menunjukkan sikap dewasa dengan menerima permohonan maaf yang disampaikan pihak redaksi Tempo. Ada enam poin pernyataan sikap yang dikeluarkan, termasuk mendorong pers untuk tetap menjaga independensi serta mengajak seluruh kader tetap tenang agar tidak terpancing emosi yang tidak produktif.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan bahwa perbedaan perspektif dalam demokrasi adalah hal wajar. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut telah melalui proses verifikasi yang akuntabel sesuai Kode Etik Jurnalistik.

“Tempo sudah dan akan selalu memberikan ruang bagi Partai NasDem untuk memberikan klarifikasi. Terkait dampak sampul yang menyinggung Ketua Umum dan kader, kami meminta maaf,” ungkap Setri dikutip dari laman resmi Tempo.

​Pihak Tempo juga mendorong agar setiap keberatan terhadap produk pers diselesaikan melalui mekanisme resmi di Dewan Pers, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *