Polri Apps
banner 728x90

Ekspektasi Konsumen Meningkat: Ramadan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Pedagang melayani pembeli makanan untuk buka puasa (takjil) di Pasar Takjil Ramadan, Kota Ternate, Maluku Utara. Saat Ramadan kebutuhan konsumen menguat akan menyumbang 50 persen lebih pada PDB. (Dok;ANTARA FOTO)

Jakarta, Owntalk.co.id – Selama bulan suci Ramadan, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Momentum Ramadan kembali menjadi pendorong utama bagi konsumsi, yang pada akhirnya memacu pertumbuhan ekonomi.

Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengalami pertumbuhan di atas level 5 persen, terutama di kuartal pertama 2024, berkat tetap kuatnya konsumsi yang diwarnai oleh bulan suci Ramadan.

Hasil survei terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirilis Rabu (13/3/2024) menunjukkan bahwa ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi membaik.

Deputi Gubernur Bidang Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, mengungkapkan bahwa Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024 mencapai 135,3, meningkat dari 134,5 pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh optimisme terhadap peningkatan penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.

Di samping itu, ekspektasi terhadap kegiatan usaha juga menunjukkan tren optimis, dengan sebagian besar kota mencatat peningkatan IEK.

Namun, beberapa kota juga mengalami penurunan IEK, menunjukkan adanya dinamika dalam persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi.

Peningkatan ekspektasi konsumen juga terlihat pada pengeluaran dan ketersediaan lapangan kerja di masa mendatang, terutama pada kelompok usia 31-40 tahun.

Meskipun demikian, penurunan indeks kondisi ekonomi saat ini perlu diantisipasi, terutama karena faktor inflasi pangan yang terus meningkat.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menekankan pentingnya menurunkan inflasi pangan untuk menjaga daya beli masyarakat. Momentum Ramadan menjadi kunci dalam menopang konsumsi rumah tangga, yang berkontribusi lebih dari 50 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB).

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan stabil, didukung oleh konsumsi yang tetap kuat.

Indikator positif pada kuartal sebelumnya menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia berada dalam tren pertumbuhan yang baik, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat.

Dengan adanya sinyal positif dari bulan suci Ramadan, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus berlanjut pada masa mendatang, memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *