Polri Apps

Transaksi QRIS Lampaui Target: Semakin Nyata Peran QRIS bagi Pemulihan Ekonomi

embeli melakukan pembayaran secara digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Tradisional Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (25/11/2023). (Dok; ANTARRA FOTO)

Jakarta, Owntalk.co.id – Perkembangan pesat dalam transaksi pembayaran digital atau uang elektronik di Indonesia kini mencapai puncaknya, dengan volume transaksi QRIS yang melampaui target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).

Fenomena positif ini tidak hanya disambut baik oleh otoritas moneter, tetapi juga menjadi angin segar bagi masyarakat yang semakin memanfaatkan sistem pembayaran berbasis digital.

Sebagai gambaran, pembayaran melalui platform digital menjadi semakin umum, memungkinkan para konsumen untuk melakukan transaksi tanpa harus membawa uang tunai.

Pedagang kaki lima pun semakin mengadopsi pembayaran berbasis digital melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), di mana pembayaran dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan mengarahkan smartphone ke QRIS penjual, memasukkan nilai transaksi, dan menekan ‘ok’.

Pentingnya memahami perbedaan antara uang elektronik dan rupiah digital juga menjadi sorotan, di mana perbedaan tanggung jawab antara pihak swasta atau industri dengan bank sentral menjadi hal yang perlu dicermati.

Data terbaru dari Bank Indonesia per Oktober 2023 mencatat bahwa volume transaksi QRIS telah mencapai 1,6 miliar transaksi, melampaui target BI sebesar 1 miliar transaksi di tahun yang sama. Pencapaian ini diakui sebagai kontribusi nyata BI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Fitria Irmi Triswati, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian tersebut, menggambarkannya sebagai salah satu langkah konkret untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pengguna QRIS sendiri mencapai 43,44 juta atau 90% dari target sebesar 45 juta pengguna.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terlibat aktif dalam ekosistem QRIS, dengan 92% dari 29,63 juta merchant yang menggunakan QRIS merupakan UMKM.

Perwakilan dari BI, Arya Rangga Yogasati, menyoroti bahwa QRIS tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga memainkan peran kunci dalam mendukung UMKM, di mana 55% dari pelaku UMKM yang menggunakan QRIS adalah pelaku usaha mikro.

Selain itu, BI memberikan perhatian khusus terhadap keamanan transaksi berbasis digital. Merchant yang ingin menjadi agen QRIS Tuntas diharapkan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh BI atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan tujuan memastikan keamanan masyarakat.

Upaya BI untuk membuka peluang terbentuknya agen QRIS Tuntas, terutama di daerah pelosok, sejalan dengan upaya memperluas layanan dan literasi keuangan masyarakat.

Dengan ketersediaan QRIS Tuntas di daerah terpencil, transaksi tunai dapat dilakukan tanpa harus melibatkan bank, memudahkan masyarakat dalam bertransaksi melalui rekening digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *