Jakarta, Owntalk.co.id – Tidak puas dengan Ibu Kota, Militer Rusia dilaporkan kembali melancarkan serangan ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, Jumat (04/03/2022).
PLTN ini merupakan pembangkit listrik nuklir terbesar di Eropa yang memasok seperempat listrik di bagian Ukraina.
Dengan menembaki PLTN Zaporizhzhia dari segala sisi, kebakaran terjadi hingga menimbulkan asap yang sangat tebal.
Baca Juga :
- Daya Saing Batam Kian Kompetitif, Investasi Triwulan I 2026 Melonjak Lebih dari 100 Persen
- Batam Makin Hijau! PLN Batam Tambah 3 SPKLU Ultra Fast Charging, Charge Mobil Listrik Kini Hitungan Menit
- Pemkab Karimun Serahkan LPj APBD 2025, Catat Surplus dan Kondisi Keuangan Stabil
Melalui akun Twitternya, penasehat untuk Kantor Kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak menuliskan bahwa seluruh Eropa berada dalam risiko terulangnya bencana nuklir.
Dikabarkan apabila serangan tersebut tidak dihentikan dan meledak, efeknya akan 10 kali lebih parah dari Chernobyl.
Paparan radiasi nuklis memiliki tingkat yang sangat tinggi dan sangat berbahaya bagi manusia. Luka bakar dan radiasi akut dapat terjadi pada manusia apabila ledakan terjadi.

