Jakarta, Owntalk.co.id – Tidak puas dengan Ibu Kota, Militer Rusia dilaporkan kembali melancarkan serangan ke pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina, Jumat (04/03/2022).
PLTN ini merupakan pembangkit listrik nuklir terbesar di Eropa yang memasok seperempat listrik di bagian Ukraina.
Dengan menembaki PLTN Zaporizhzhia dari segala sisi, kebakaran terjadi hingga menimbulkan asap yang sangat tebal.
Baca Juga :
- Dari Keluarga Sederhana, Lajuan Roma Ukir Prestasi Karate untuk Karimun
- Ketua Wuamesu Ende Tegaskan Maju Calon Ketua PK NTT, Dorong Mubes VII Berjalan Bersih dan Demokratis
- Reses Ketua DPRD Kepri di Tembesi Lestari, Bahas Soal Tertib Administrasi Hingga Link & Match SMK-Industri
Melalui akun Twitternya, penasehat untuk Kantor Kepresidenan Ukraina Mykhailo Podolyak menuliskan bahwa seluruh Eropa berada dalam risiko terulangnya bencana nuklir.
Dikabarkan apabila serangan tersebut tidak dihentikan dan meledak, efeknya akan 10 kali lebih parah dari Chernobyl.
Paparan radiasi nuklis memiliki tingkat yang sangat tinggi dan sangat berbahaya bagi manusia. Luka bakar dan radiasi akut dapat terjadi pada manusia apabila ledakan terjadi.
