Dua Remaja Mengaku Disekap dan Dianiaya di Ruang Gelper Hotel Satria

Date:

Related stories

Muswil IV Pemuda Pancasila Kepri Resmi Dibuka, Siapakah Nahkoda Selanjutnya

Batam, Owntalk.co.id - Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Riau (Kepri)...

Petugas Gabungan Gelar Razia Pajak Kendaraan di Daik – Lingga

Lingga, Owntalk.co.id - Sejumlah kendaraan bermotor terjaring razia saat...

Jelang Konser Noah, PTSP Periksa Perizinan Holywings Batam

Batam, Owntalk.co.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu...

NELAYAN KARIMUN TERSAMBAR PETIR SAAT MENJARING IKAN DI PERAIRAN TAKONG HIU KAB. KARIMUN

Karimun, Owntalk.co.id - Sat Polairud Polres Karimun berhasil evakuasi...

PT Timah Serahkan Bantuan Kursi untuk Mendukung Kegiatan Masyarakat Dusun II Desa Gemuruh

Kundur Barat, Owntalk.co.id -- Untuk meningkatkan sarana dan prasarana...

Karimun, Owntalk.co.id – Dua orang remaja berinisial DN dan HK mengaku telah disekap dan dianiaya oleh petugas keamanan hotel Satria, Karimun. Minggu, (27/2).

HK salahsatu korban mengungkapkan peristiwa penyekapan itu terjadi di Ruang Jeckpot milik hotel.

Keduanya disekap dan dipukul lantaran memiliki hutang ke pihak gelper sebesar Rp 18 juta. Hutang itu bersumber dari pembelian koin agar bisa bermain game Bible di gelper itu.

HK menceritakan Kronologisnya awalnya. Semula keduanya dipanggil untuk melunasi hutang. Karena belum memiliki uang, keduanya meminta agar petugas keamanan di hotel itu untuk bersabar.

“ Kami bilang tak ade duit dan kami bilang sabar bang. Lalu kami disuruh tunggu diloby,” cerita HK pada Kantor Berita Owntalk.

Setelah menunggu di Lobby, HK dan DN didatangi lagi petugas keamanan hotel sembari mengiringi Bos mereka.

“Bos nya datang, kami dipukuli di lobby, yang pertama di pukul HK dan kemudian kami dimasukkan keruangan gelper dan kami dipukuli dan ditendang habis-habisan disana,” cerita mereka.

HK menyebut mereka dianiaya oleh enam orang didalam ruangan itu. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 03:00 Wib hingga 05:00 Wib.

Pendi, Orang tua korban pemukulan HK dan DN pun mendapatkan informasi anaknya disekap didalam salahsatu ruangan hotel. Mereka mendatangi hotel Satria dan bertanya keberadaan anak mereka.

Namun, keamanan di hotel itu meminta agar orang tua HK dan DN terlebih dahulu menebus anak mereka dengan membayarkan hutang keduanya.

” Mereka bilang kalau bapak punya uang 18 juta saya keluarkan anak ini dan saya bilang pada mereka saya tidak ada duit. sewaktu istri saya bilang mau melaporkan kapolres sekitar jam enam pagi baru dilepaskan” Ujar Pendi

Mendapati anaknya babak belur dan terluka parah, Pendi pun lantas membawa anaknya Ke Polres Karimun untuk melakukan laporan penyekapan dan penganiayaan.

” Kita buat laporan Ke Polres Karimun, sewaktu diperiksa pihak Polres melihat sekujur tubuhnya banyak luka – luka”, sebutnya

Wartawan Owntalk telah berupaya meminta klarifikasi dari pihak hotel Satria, Michel yang dihibungi hingga berita ini ditayangkan belum memberikan respon atas kejadian itu.(koko)

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories