Gelar Pertemuan Dengan BP, AGKIM Kembali Bahas Point Penting Soal Kepelabuhan di Batam

  • Bagikan
Berita Terkini Batam

Batam, Owntalk.co.id – Asosiasi Gerakan Kebangkitan Industri Maritim (AGKIM) kota Batam menggelar pertemuan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Agenda tersebut dilakukan untuk membahas beberapa point persoalan tentang Kepelabuhan di kota Batam, Selasa (28/09/2021).

Agenda yang berlangsung di Pacific Palace Hotel tersebut dihadiri oleh, Ketua DPC Indonesia National Shiphowners Association (INSA) Batam Osman Hasyim, Ketua DPC Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Batam Erdi Steven Manurung, dan Ketua FSPMI/SPPJM Kota Batam Panusunan Siregar.

Ketua Aliansi Gerakan Kebangkitan Maritim Batam, Osman Hasyim mengatakan kegiatan rapat kali ini merupakan silaturahmi antar INSA dan ISAA bersama Badan Usaha Pelabuhan BP Batam yang mana membahas sejumlah poin penting terutama terkait kebijkan.

“Kita membahas sejumlah aturan dan kebijakan, yang mana sebelumnya pihak BP Batam sudah memberikan angin segar terhadap para pengusaha industri maritim, jadi makanya hari ini kita bahas bersama,” ungkapnya.

Lanjut Osman, sejak adanya Perka nomor 20 tahun 2021 itu sudah memenuhi delapan tuntutan kita dan itu sudah jalan cuma ada koreksi-koreksi sedikit yang tadi dibahas agar nantinya betul berkualitas sambil menunggu Perka perubahan menyeluruh.

“Menunggu itu kan lama juga, karena harus berkaitan dengan PMK jadi harus disiapkan dulu. Nah sekarang sedang digodok oleh tim dari universitas Indonesia (UI) sehingga nanti kedepan kalau yang menyeluruh itu sudah jadi itu benar-benar merangkum semua kebutuhan, baik dari sisi BP Batam maupun pengguna jasa,” jelasnya.

Osman juga mengatakan, dengan rencana tersebut kita harapkan nanti, Perka mengeluruh ink akan mampu mengakomodir kebutuhan semua pengguna jasa dan sekarang ini sudah bisa berjalan walaupun nanti ada perubahan sedikit soal bahasanya, kemudian ada kemarin yang harus di takedown tapi belum di takedown.

“Jadi, itu yang menjadi pembahasan tadi bersama BP Batam, pihaknya memberikan waktu kepada BP Batam untuk menyiapkanlah kan sekarang ini sudah diserahkan ke konsultan,” ujarnya.

Osman mengapresiasi kepada BP Batam atas kerjasamanya kepada industri maritim, artinya dengan kebijkan tersebut sekarang tidak lagi memungut jasa tambat dan beberapa jasa Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus).

“Artinya galangan atau pelabuhan yang bukan umum dengan begitu harga di galangan di TUKS, Tersus jadi murah ya bersainglah dengan daerah lain. Nah kita harapkan nanti karena murah maka kapal kapal akan mulai masuk ke Batam lagi,” pungkasnya.

  • Bagikan