PON XX PAPUA Dijamin Aman dari Covid-19, Malaria, dan KKB

  • Bagikan

Jakarta, Owntalk.co.id – Pelaksanaan PON XX 2021 kurang dari 100 hari lagi. Semua aspek tengah dipersiapkan, termasuk soal keamanan. Masyarakat tak perlu khawatir soal gangguan keamanan dan penyebaran Covid-19, juga malaria, dan DBD. Pemerintah daerah di Papua menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan berlangsung aman.

Masyarakat Kota Jayapura dan tiga klaster lainnya juga tampak sangat antusias menyambut kedatangan para kontestan kegiatan empat tahunan yang akan digelar pada 2–15 Oktober 2021. “Saya memberitahu kepada para gubernur, ke-33 KONI provinsi di seluruh Indonesia, dan para atlet bahwa Papua aman, Papua damai, dan Papua siap untuk melaksanakan PON XX,” ujar Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Mengintip Kesiapan PON XX Papua” pada Kamis, 24 Juni 2021.

Dalam diskusi yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika secara daring dari Jakarta dihadirkan dua pembicara, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. Diskusi itu sendiri menjadi salah upaya untuk menyambut PON yang sudah memasuki 100 hari lagi pelaksanaan.

Penegasan Wali Kota Jayapura itu sekaligus menjawab kekhawatiran publik yang meragukan keberlangsungan PON Papua karena isu keamanan yang melibatkan kelompok teroris di Papua beberapa bulan lalu. Menurutnya Wali Kota Benhur, insiden itu terjadi jauh dari lokasi venue maupun tempat tinggal atlet.

“Papua itu aman, damai, dan sudah siap melaksanakan PON XX. Jadi tidak perlu takut. Peristiwa penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata terjadi jauh dari klaster PON, Jayapura, Merauke, Timika. Jadi semuanya aman,” katanya.                             

Baca Juga :

Tak hanya jaminan keamanan, Benhur juga memastikan bahwa PON Papua dapat berjalan lancar berkat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di empat klaster PON yang terus dipacu. Melalui upaya itu, dia berharap, bisa mencegah risiko penularan selama ajang berlangsung.

“Masyarakat sekitar venue di empat klaster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke sangat antusias. Terbukti, masyarakatnya banyak mendatangi tempat vaksin dari acara Gebyar Vaksin yang kita lakukan,” lanjut Benhur. Benhur menambahkan, selain menggelar Gebyar Vaksin, pihaknya juga melanjutkan langkah penyemprotan jentik nyamuk penyebab malaria dan DBD.

Presiden Jokowi telah menginstruksikan percepatan vaksinasi bagi atlet dan masyarakat di sekitar venue. Kementerian Kesehatan, melalui Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Prestasi, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Harry Papilaya, mengatakan bahwa pihaknya terus menyiapkan kebutuhan kesehatan selama PON. Pada Juni dan Juli, mereka sudah melakukan pelatihan untuk tenaga kesehatan khusus yang bertugas mengawal PON.

Sementara itu, vaksinasi telah berjalan sesuai standar, kepada atlet maupun masyarakat umum. Untuk protokol kesehatan, mereka saat ini masih menyiapkan protokol kesehatan terbaru yang menyesuaikan protokol kesehatan Olimpiade Tokyo. Vaksinasi di Papua berjalan sudah sesuai standar dan sudah masuk tahap keempat untuk masyarakat umum.

Persiapan arena pertandingan di empat klaster PON sudah tuntas 100 persen dan siap digunakan. “Venue-venue di empat klaster sudah siap 100 persen. Yang terpenting adalah komunikasi, koordinasi, dan keterbukaan harus dilakukan dengan baik. Sebab, ini adalah pesta olahraga terbesar (Indonesia). Kami hanya tinggal menunggu peralatan untuk test event pada Agustus nanti,” kata Benhur.

Senada dengan yang disampaikan Wali Kota Jayapura, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam wawancaranya dengan Indonesia.go.id, meyakinkan bahwa keluarga atlet dan ofisial dari berbagai daerah tidak perlu khawatir dengan soal keamanan. Lokasi yang belakangan sering terjadi baku tembak berada jauh dari lokasi arena pertandingan maupun tempat tinggal kontingen. “Masyarakat sekitar venue akan ikut menjaga keamanan pertandingan. TNI dan Polri sudah disiapkan dengan sangat profesional. Jadi apalagi yang perlu ditakutkan? PON aman,” kata Mathius.  

Ia juga menegaskan, sekitar venue juga akan disemprot antimalaria dan DBD. “Mereka yang datang sehat, pulang juga harus sehat,” katanya.

Perlu diketahui, Kapolda Papua dan Panglima Kodam Cenderawasih Papua berani mempertaruhkan jabatannya untuk keamanan PON. TNI dan Polri akan siaga 24 jam menjaga arena dan tempat tinggal kontingen.

Panglima Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal (Mayjen) Ignatius Yogo Triyono menyatakan, semua pihak saat ini sudah sepakat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021. “Terkait keamanan Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saya pastikan aman. Saya pertaruhkan pangkat dan jabatan saya untuk kesuksesan PON ini,” kata Yogo.

Senada dengan Mayjen Ignatius, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) Papua Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) Mathius D Fakhiri meyakini situasi keamanan saat PON akan kondusif. Namun, ia mengingatkan bahwa masalah keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI-POLRI, melainkan juga masyarakat.

“Sekarang kondisi bisa aman bukan hanya karena kami TNI-Polri. Akan tetapi juga berkat masyarakat yang peduli dengan situasi keamanan di lingkungannya,” kata Fakhiri. (rilis)

  • Bagikan