Label Spanduk “Pelanggar Hukum” Untuk Ma’ruf Maulana ?

  • Bagikan
berita terkini batam
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri Ahmad Ma'ruf Maulana. (foto: owntalk)

Batam, Owntalk.co.id – Nama Ma’ruf Maulana hangat lagi diperbincangkan. Banyak spanduk dari orang tak dikenal menyampaikan aspirasinya kepada ketua Umum Golkar untuk mencopot Ma’ruf Maulana dari jabatannya sebagai ketua Golkar Kepri. Sabtu, (12/6/2021).

Salahsatu spanduk bertuliskan “Kader kader di akar rumput sangat resah¬†atas dugaan tindakan dan pelanggaran hukum yang dilakukan Ma’ruf Maulana yang berlindung di balik Partai Golkar dan Kadin”, ditemukan Wartawan Kantor Berita Owntalk di sepanjang jalan dari Bandara menuju Nongsa Point Marina (NDP).

Pemasangan spanduk tersebut diketahui belakangan adalah rute perjalanan ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menuju lokasi acara peresmian kawasan KEK Nongsa Point Marina.

Salahsatu spanduk yang ditemukan Owntalk dekat dari lokasi acara Nongsa Digital Park.

“Sudah jelas ini motifnya sakit hati dan ingin merongrong kesolidan Partai Golkar dibawah naungan MM dari dalam,” kata salah satu Kader Partai Golkar yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi berita sebelumnya, Kader Partai Golkar itu menyayangkan tindakan yang tidak dewasa dari si pemasang spanduk tersebut dan dinilai merusak nama baik partai.

” Kalau memang tak sepakat dengan kepemimpinan MM, muncul ke permukaan dong, jangan main sembunyi-sembunyi,” balas dia.

Diketahui, Airlangga Hartarto yang juga merupakan menteri Perdagangan akan memiliki empat agenda di kota Batam. Dua dari empat agenda tersebut adalah acara seremonial penyerahan PP KEK ke Batam Aero Teknik dan Nongsa Digital Park. Selain itu, Airlangga juga dijadwalkan akan mengunjungi PT Satnusa dan Kawasan Batamindo.

Dalam momentum kedatangan Ketum Golkar itu, publik diingatkan lagi dengan kilas perjalanan Maruf Maulana sebelum dan sesudah menahkodai Partai Beringin itu.

Pada 5 Maret 2017, Bos dari PT Wiraraja Tangguh itu pernah menyandang label Tersangka dari Polda Kepri. Dia menjadi tersangka setelah mengunggah gambar seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom yang menempel pada dada lelaki di gambar tersebut. Terdapat tulisan di bagian atas gambar, yaitu “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal” dan dilanjutkan di bagian bawah yang bertuliskan “coba alihkan isu dengan bom termos” pada Selasa, 13 Desember 2016. Gambar itu memiliki kaitan dengan bom panci yang terjadi di Bekasi pada 10 Desember 2016 lalu.

Lantas, pada tanggal 2 Maret 2020, Ma’ruf Maulana resmi terpilih menjadi ketua DPD Golkar Kepri. Terpilihnya Ma’ruf merupakan kejutan bagi partai intenal dan eksternal yang ada di Kepri. Kedekatan Ma’ruf dan Ketua Umum Golkar diduga menjadi alasannya.

Teranyar, Ma’ruf diduga menjual-jual nama menteri Luhut Binsar Panjaitan ketika berkomunikasi dengan tim KLHK. Maruf yang saat itu berkomunikasi melalui sambungan teleponnya, meminta pihak KLHK menghubungi seorang jendral yang katanya adalah “Orangnya Luhut”.

Dalam kasus yang sama, Perusahaan Ma’ruf diduga melakukan penimbunan terhadap sebuah kawasan yang mengakibatkan kawasan KPLI banjir limbah.

  • Bagikan