Duh Pak Wali, Lantik PKK Kok Disaat Batam Zona Merah !

  • Bagikan
Suasana diluar ruangan acara, Wartawan dilarang masuk untuk mengambil gambar. (Foto : Owntalk)
Suasana diluar ruangan acara, Wartawan dilarang masuk untuk mengambil gambar. (Foto : Owntalk)

Batam, Owntalk.co.id – Saat gencar-gencarnya pemerintah kota Batam dan Kepri melalui surat edarannya melarang seluruh kegiatan masyarakat untuk tidak berkumpul lebih dari 10 orang, disaat itu pula, Walikota Batam melantik pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kota Batam. Rabu, (9/6/2021).

Seremonial pelantikan PKK tersebut digelar secara ramai di restauran Golden Prawn Bengkong.

Padahal, untuk mengantispasi lonjakan covid 19 di Batam, Walikota Batam sempat keluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 22 tahun 2021 tentang larangan melaksanakan kegiatan keramaian dalam rangka pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 kota Batam.

Surat Edaran tersebut berlaku sejak 24 Mei 2021 hingga 23 Juni 2021.

Untuk memperkuat surat edaran tersebut Pemerintah kota Batam melalui tim gugus tugas Covid 19 telah mengingatkan masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang mengundang keramaian. Selain itu juga para pelaku usaha rumah makan diminta untuk tidak menerima tamu makan di tempat dan memberlakukan sistem take away.

Pemberlakuan surat edaran berhasil diterapkan di tengah-tengah lingkungan masyarakat, namun tampaknya surat tersebut terkesan tidak berlaku bagi masyarakat kalangan menengah atas. Terlihat acara pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepri sekaligus ketua PKK Kota Batam Marlin Agustina, Walikota Batam Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Kadis Kominfo Azril Apriansyah, Camat Bengkong Fairus Ramadhan Batubara dan anggota PKK.

Baca Juga :

Ketika tim Kantor berita Owntalk mencoba memasuki tempat lokasi acara. Tim sempat tertahan dan tidak boleh memasuki lokasi pelantikan, mereka beralasan karena adanya covid 19 maka acara tersebut dibatasi.

Saat dikonfirmasi oleh media, Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Azril Apriansyah mengatakan, agendanya tidak boleh ramai sebab kondisi Covid. Dia mengatakan sebaiknya yang akan dilantik saja yang masuk.

“Sepertinya yang boleh masuk yang mau dilantik saja karena sesuai protokol kesehatan (prokes), saya hadir karena kebetulan istri kami juga dilantik,” jelasnya saat berbicara dengan awak media.

Sementara itu, Camat Bengkong Fairus Ramadhan Batubara menghadang dan menuturkan, bagi rekan-rekan media dilarang masuk dan tidak boleh mengambil gambar. Setelah selesai acara silahkan.

“Maaf kawan-kawan wartawan dilarang masuk dulu ya dan tidak boleh mengambil gambar, nanti setelah selesai acaranya baru wawancara saja,” pungkasnya kepada salah satu wartawan.

Hingga berjalannya acara, Awak media tetap tidak bisa memasuki lokasi kegiatan dan menunggu tanggapan dari Walikota Batam serta Wakil Gubernur Kepri. (Haykal)

  • Bagikan