Jakarta, Owntalk.co.id – Suharso Monoarfa, selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan. Tahun ini, rencananya Istana Presiden akan mulai dibangun di ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Barat.
Ia juga menyampikan, bahwa hal ini dapat terencana apabila rancangan masterplan dan detail plan yang sudah disiapkan kini berjalan sesuai dengan rencana.
“Kalau semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan rancangan yang di masterplan yang disusun dan detail plan yang sudah disiapkan,” ucap Suharso.
- Dari Keluarga Sederhana, Lajuan Roma Ukir Prestasi Karate untuk Karimun
- Ketua Wuamesu Ende Tegaskan Maju Calon Ketua PK NTT, Dorong Mubes VII Berjalan Bersih dan Demokratis
- Reses Ketua DPRD Kepri di Tembesi Lestari, Bahas Soal Tertib Administrasi Hingga Link & Match SMK-Industri
- DPD IMM Kepri beri Apresiasi Dua Tokoh Kepri atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Keamanan
- Pembangunan Musala Amal Insan Dimulai, Ketua DPRD Kepri Tinjau Peletakan Batu Pertama
Megaproyek ibu kota baru ini dapat menajdi faktor pendorong bagi ekonomi Indonesia jika dapat dilakukan. Dengan keberhasilannya megaproyek ini diyakini akan ikut berdampak dengan sendirinya terhadap sektor-sektor lain.
Keberhasilannya konstruksi ini pun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, terutama wilyah indonesia timur. Terutama di beberpa sektor seperti di sektor konstruksi, sektor real estate, dan kemudian sektor consumption.
Suharso memperhitungkan, dengan berjalannya megaproyek ibu kota baru pada tahun ini maka dapat menyumbang ekonomi terhadap pertumbuhan indonesia. Kemungkinan pertumbuhan ini dapat membantu sebesar 1,8 persen hingga 2,2 persen.
“Jadi memang diperlukan sebuah proyek besar untuk menarik, mendorong dan menarik agar tingkat pertumbuhan kita bisa lebih tinggi sampai dengan rata-rata pada tahun 2045,” tambah Suharso.
(Jul)

