Jakarta, Owntalk.co.id – Suharso Monoarfa, selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan. Tahun ini, rencananya Istana Presiden akan mulai dibangun di ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Barat.
Ia juga menyampikan, bahwa hal ini dapat terencana apabila rancangan masterplan dan detail plan yang sudah disiapkan kini berjalan sesuai dengan rencana.
“Kalau semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan rancangan yang di masterplan yang disusun dan detail plan yang sudah disiapkan,” ucap Suharso.
- Usai Dilaporkan ke Polisi, Foto Blacklist Pengunjung di THM Batam Dicabut
- Muhammad Firdaus Pimpin DPC PKB Karimun Masa Bakti 2026-2031
- Krisis Air Tanjung Piayu Laut Berlarut-larut, Senator Ria Saptarika Desak Pengelola Air Batam Segera Ambil Tindakan
- Kodim 0317/TBK dan Pemkab Karimun Perkuat Sinergi Percepat Program Pembangunan Daerah
- Empat Koperasi Merah Putih di Karimun Tuntas Dibangun, Pemkab Kejar Penyelesaian 20 Titik Prioritas
Megaproyek ibu kota baru ini dapat menajdi faktor pendorong bagi ekonomi Indonesia jika dapat dilakukan. Dengan keberhasilannya megaproyek ini diyakini akan ikut berdampak dengan sendirinya terhadap sektor-sektor lain.
Keberhasilannya konstruksi ini pun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, terutama wilyah indonesia timur. Terutama di beberpa sektor seperti di sektor konstruksi, sektor real estate, dan kemudian sektor consumption.
Suharso memperhitungkan, dengan berjalannya megaproyek ibu kota baru pada tahun ini maka dapat menyumbang ekonomi terhadap pertumbuhan indonesia. Kemungkinan pertumbuhan ini dapat membantu sebesar 1,8 persen hingga 2,2 persen.
“Jadi memang diperlukan sebuah proyek besar untuk menarik, mendorong dan menarik agar tingkat pertumbuhan kita bisa lebih tinggi sampai dengan rata-rata pada tahun 2045,” tambah Suharso.
(Jul)

