Jakarta, Owntalk.co.id – Suharso Monoarfa, selaku Menteri PPN/Kepala Bappenas menyampaikan. Tahun ini, rencananya Istana Presiden akan mulai dibangun di ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Barat.
Ia juga menyampikan, bahwa hal ini dapat terencana apabila rancangan masterplan dan detail plan yang sudah disiapkan kini berjalan sesuai dengan rencana.
“Kalau semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan rancangan yang di masterplan yang disusun dan detail plan yang sudah disiapkan,” ucap Suharso.
- Kantongi Dukungan 15 Paguyuban Kabupaten/Kota, Mohammad Agung Teibang Percaya Diri Maju sebagai Calon Ketua Umum PK NTT Batam
- Bupati Karimun Apresiasi Sinergi Kejaksaan
- Sabu dan Ganja Hasil 4 Kasus Dimusnahkan
- Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti 100 Perkara
- Dorong Ekonomi Digital, Sekda Batam Ajak Generasi Muda Kuasai RWA dan Stablecoin
Megaproyek ibu kota baru ini dapat menajdi faktor pendorong bagi ekonomi Indonesia jika dapat dilakukan. Dengan keberhasilannya megaproyek ini diyakini akan ikut berdampak dengan sendirinya terhadap sektor-sektor lain.
Keberhasilannya konstruksi ini pun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, terutama wilyah indonesia timur. Terutama di beberpa sektor seperti di sektor konstruksi, sektor real estate, dan kemudian sektor consumption.
Suharso memperhitungkan, dengan berjalannya megaproyek ibu kota baru pada tahun ini maka dapat menyumbang ekonomi terhadap pertumbuhan indonesia. Kemungkinan pertumbuhan ini dapat membantu sebesar 1,8 persen hingga 2,2 persen.
“Jadi memang diperlukan sebuah proyek besar untuk menarik, mendorong dan menarik agar tingkat pertumbuhan kita bisa lebih tinggi sampai dengan rata-rata pada tahun 2045,” tambah Suharso.
(Jul)
