Kiprah Amin Nasution dimulai dalam Kongres Sumpah Pemuda II. Dia mewakili Jong Islamieten Bond dengan menjabat sebagai salah satu komisaris.
Amin Nasution juga berperan dalam merumuskan isi sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 silam.
Dalam dunia pergerakan pemuda kemerdekaan, ia kerap menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk tulisan di surat kabar.
Dia aktif menulis pada Surat Kabar Jong Sumatera dan Surat Kabar Indonesia Raya dengan nama pena Krueng Raba Nasution, yang diambil dari nama tanah kelahirannya di Aceh.

