Fiqih Ahmad, Santri Ponpes UIC yang mewakili Sekupang di Ajang MTQ Batam ke XXX Cabang Tahfidz 30 Juz

  • Whatsapp

Batam, Owntalk.co.id – Fiqih Ahmad, (16) Santri kelas XI Pondok Pesantren Ulul Ilmi Cendekia (UIC) menjadi sorotan di kalangan masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, remaja yang masih berusia 16 tahun itu tampil di ajang MTQ Kota Batam yang ke-30.

Fiqih, sapaan akrabnya, dibesarkan dari kalangan keluarga yang fanatik agama. Ditambah lagi dengan menuntut ilmu di Pondok Pesantren, membuatnya begitu matang dalam menghafal Al-Qur’an.

Read More

Fiqih sendiri bercita-cita menjadi seorang Ulama yang intelek, sebuah cita-cita yang begitu mengharukan, bukan? Di saat orang lain memiliki cita-cita menjadi pejabat, pengusaha, dan lain sebagainya, justru Fiqih sendiri mendambakan menjadi seorang ulama demi bangsa ini.

“Semoga cita-cita atau harapan itu tercapai, dan semoga Allah memudahkan saya dalam menuntut ilmu,” ungkapnya kepada media seraya mengusap air mata penuh haru.

Disinggung mengenai MTQ kota Batam yang diikuti saat ini, Fiqih mengatakan bahwa dia hanya berusaha memberikan yang terbaik diiringi mengharap Ridha dari Allah SWT. Untuk masalah menang dan tidak menangnya, Fiqih menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT sang penentu takdir.

Ust. Syarifuddin sebagai pembimbing yang ikut serta mendampingi santrinya tersebut mengatakan bahwasanya Al-Qur’an adalah sebagai pedoman hidup manusia yang mengarahkan manusia ke arah jalan yang lurus sesuai tuntunan syariat Islam.

Terkait dengan ajang yang diikuti oleh santrinya, Syarifuddin berharap ajang ini ini bukan untuk juara semata-mata, akan tetapi bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

“Urusan juara atau tidaknya juara, kita serahkan kepada Allah, yang terpenting santri sudah terlatih mentalnya. Tugas saya sebagai pembimbing hanya memberikan yang terbaik kepada generasi bangsa lewat hafalan Qur’an,” Ujarnya kepada media.

Semntara itu, Ust. Pramono Hadi saputro,S.Pd.i.,MCHI selaku pimpinan Pondok Pesantren UIC menyatakan hal serupa, beliau berharap dengan ajang ini dapat mempersiapkan mental, mental depan publik, dan mental juara. Selanjutnya, dengan adanya ajang seperti ini semoga Fiqih dapat melihat sudut pandang yang luas untuk ke depannya.

Lanjut Pramono, untuk ke depannya Ponpes UIC akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak hafidz dan hafidzah intelek. Dan itu juga harapan dari masyarakat sekitar, wali santri, pihak pihak Muspika kecamatan sekupang.

“InsyaAllah untuk ke depan UIC akan go akhlak, go digital, go nasional, dan bahkan go internasional,” Pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (Yanez)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *