Batam  

BP Batam Optimalkan Potensi Hujan, Operasi Modifikasi Cuaca Berlangsung hingga 2 November

Batam, Owntalk.co.id – BP Batam kembali mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. Upaya ini dilakukan di tengah kondisi cuaca kering yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk.

Dalam pelaksanaannya, BP Batam menggandeng PT Rekayasa Atmosfer Indonesia dengan dukungan sejumlah instansi terkait. Operasi ini menjadi pelaksanaan OMC kedua sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa digelar pada Mei lalu.

banner 728x90

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan, terutama di kawasan tangkapan air yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat dan berbagai aktivitas ekonomi di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan operasi modifikasi cuaca merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak kondisi cuaca kering terhadap ketersediaan air baku.

Menurutnya, peningkatan potensi hujan di sekitar waduk diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat Batam.

BP Batam juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), serta unit terkait di lingkungan BP Batam. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan operasi berjalan dengan mempertimbangkan kondisi meteorologi, keselamatan penerbangan, dan pengelolaan sumber daya air.

OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki. Pelaksanaan penyemaian awan akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer serta keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Sementara itu, Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menyampaikan bahwa berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, wilayah Batam masih berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026.

Potensi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal melalui OMC, terutama untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah tangkapan air dan waduk.

Idul juga menjelaskan bahwa bahan semai yang digunakan dalam operasi tersebut adalah natrium klorida (NaCl). Menurutnya, bahan tersebut digunakan untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan.

Ia menyebutkan, NaCl yang digunakan memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, meskipun terdapat perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya. BP Batam menyatakan bahan tersebut digunakan dengan tujuan mendukung proses modifikasi cuaca tanpa menyebabkan pencemaran air hujan.

Melalui pelaksanaan OMC ini, BP Batam berharap peluang terjadinya hujan di kawasan tangkapan air dapat meningkat sehingga membantu menjaga ketersediaan air baku di tengah tantangan cuaca kering.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan sumber daya air sekaligus mendukung kelangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat dan kebutuhan industri di Kota Batam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *