Batam, Owntalk.co.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Batam berlangsung tertib, aman, dan penuh nuansa kolaboratif, Jumat (1/5). Berbagai elemen serikat pekerja menampilkan pendekatan yang lebih konstruktif, meninggalkan pola aksi konfrontatif dan mengedepankan sinergi serta kepedulian sosial.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi perubahan positif tersebut. Ia menilai, gerakan buruh di Batam kini menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi dengan cara yang lebih solutif.
“May Day di Batam selalu diisi dengan kegiatan positif. Ini menjadi bukti bahwa buruh di sini mampu mengedepankan kolaborasi dan menyatukan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Amsakar.
Menurutnya, transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa buruh Batam tidak lagi identik dengan aksi panas, melainkan telah berkembang menjadi kekuatan sosial yang konstruktif dan adaptif dalam mendukung pembangunan daerah.
Di sisi lain, Ketua SPSI Kepulauan Riau, Syaiful Badri Sofyan, menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kesejahteraan pekerja. Dalam peringatan May Day yang digelar di Dataran Engku Putri, SPSI mengusung tema “Batam Bersih” melalui aksi nyata membersihkan kawasan publik.
“Kegiatan ini adalah bentuk edukasi bahwa lingkungan bersih merupakan bagian dari kesejahteraan buruh. Kita ingin pekerja tidak hanya fokus pada tuntutan ekonomi, tetapi juga kualitas hidup,” kata Syaiful.
Ia berharap, ke depan seluruh serikat pekerja di Batam dapat bersatu dalam satu perayaan besar yang tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi di kawasan Welcome to Batam (WTB), Batamcentre, dengan mengusung tema kolaborasi untuk kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja. Dalam kegiatan tersebut, perwakilan buruh tetap menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja serta sorotan terhadap praktik upah murah.
Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif dengan semangat kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Momentum May Day tahun ini sekaligus menegaskan perubahan wajah gerakan buruh di Batam dari aksi konfrontatif menuju pendekatan yang lebih kolaboratif, edukatif, dan berorientasi pada solusi.

