Polri Apps
banner 728x90
Berita  

Usai Bebas, Pegi Ucap Terima Kasih kepada Jokowi dan Prabowo

Potret Pegi Setiawan usai dilepas dari penjara di Polda Jawa Barat, Senin (8/7/24). (Dok; Kumparan)

Jakarta, Owntalk.co.id – Pegi Setiawan akhirnya menghirup udara bebas setelah gugatan praperadilannya dikabulkan. Ia keluar dari Gedung Reserse Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Jawa Barat (Polda Jabar) pada Senin (8/7/2024) sekitar pukul 21.40 WIB.

Mengenakan kaos coklat dan memegang tasbih, Pegi didampingi oleh kuasa hukum Insank Nasaruddin dan Nico Kilikily, serta keluarganya.

Begitu keluar, Pegi langsung dikerubungi awak media yang sudah menunggu di depan pintu. Dengan senyum lebar dan tangan mengepal ke atas, Pegi mengucapkan rasa syukurnya.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendoakan dan mendukung saya. Terima kasih juga kepada Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto serta tim lainnya,” ujar Pegi dengan penuh rasa syukur.

Pegi juga berterima kasih kepada tim kuasa hukumnya yang telah membela dirinya hingga memenangkan gugatan praperadilan.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim kuasa hukum saya yang telah mendukung dan membela saya mati-matian. Terima kasih banyak kepada kalian semua,” lanjutnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada wartawan yang telah mendukung dan mensuportnya. Selama di tahanan, Pegi mengaku dalam keadaan sehat dan menjalani hari-hari dengan makan dan tidur.

“Alhamdulillah sehat, di sini sehari-hari makan, tidur, makan, tidur,” ujarnya dengan senyum.

Tidak lupa, Pegi menyampaikan terima kasih khusus kepada ibundanya, Kartini, yang telah mendukung dan mendoakannya.

“Terima kasih banyak kepada ibu. Atas doa-doa beliau, Allah mengabulkan doa-doa saya. Saya sangat bahagia, semoga kebenaran ini bisa terungkap, amin,” ucapnya dengan haru.

Setelah bebas, Pegi berencana untuk pulang, beristirahat, dan melanjutkan bekerja. Ia kembali mengucapkan terima kasih kepada kuasa hukumnya yang telah berjuang mati-matian membelanya.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak buat kuasa hukum saya yang sudah membela saya mati-matian, rela meninggalkan keluarga demi membela saya,” ujarnya.

Sebelumnya, Pegi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Polda Jabar dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky asal Cirebon pada 2016. Gugatan yang diajukan pada 11 Juni 2024 itu terdaftar dengan nomor 10/Pid.Pra/2024/PN Bandung.

Hari ini, dalam putusannya, hakim praperadilan di PN Bandung menyatakan bahwa penetapan tersangka atas Pegi tidak sah dan batal demi hukum karena tidak ditemukan bukti bahwa Pegi pernah diperiksa sebagai calon tersangka oleh Polda Jabar.

“Maka menurut hakim, penetapan tersangka atas pemohon haruslah dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum,” ujar Eman, hakim di PN Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *