Polri Apps
banner 728x90

Koarmada I TNI AL Gagalkan Penyelundupan Tenaga Kerja Non-Prosedural di Perairan Karimun

Karimun, Owntalk.co.id – Kepri, yang beririsan dengan Selat Malaka dan berbatasan dengan Malaysia serta Singapura, terus menjadi jalur ramai perlintasan tenaga kerja Indonesia non-prosedural. Kondisi geografis strategis serta padatnya pelayaran di sekitar Perairan Karimun dimanfaatkan oleh para pelaku kegiatan penyelundupan PMI (Pekerja Migran Indonesia).

Menghadapi tantangan ini, Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Dr. Yoos Suryono H., M.Tr (Han), M.Tr.Opsla., menginstruksikan seluruh jajaran Koarmada I TNI AL untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan mengatasi setiap bentuk gangguan keamanan di Selat Singapura dan Selat Malaka.

Patroli rutin oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) dan Kapal Angkatan Laut (KAL) ditingkatkan agar para pelaku kejahatan laut tidak merasa leluasa menjalankan aksinya.

Pada hari Senin, 24 Juni 2024, pukul 11.50 WIB, Pangkalan TNI-AL Tanjung Balai Karimun (LANAL TBK) berhasil mengamankan empat orang dengan menggunakan speed boat mesin 15 PK di perairan Posal Takong Iyu pada koordinat 1°.10′.009″ N – 103° 24′ 377″ T.

Empat orang penumpang speed boat tersebut adalah:

Tekong, inisial “S”, 34 tahun, buruh harian, alamat Rawa Mangun, Kel. Moro Timur.
Pembantu tekong, inisial “Z”, 22 tahun, nelayan, alamat Teluk Kiambang, Kec. Moro.
Penumpang, inisial “DD”, 32 tahun, alamat Bida Asri, Kel. Baloi, Batam.
Penumpang, inisial “RS”, 25 tahun, alamat Teluk Uma, Kabupaten Karimun.
Speed boat tersebut terdeteksi berangkat dari Kukup, Malaysia menuju Pulau Karimun Anak, Kabupaten Karimun pada pukul 11.00 WIB. Anggota Pos TNI AL Takong Iyu langsung melakukan pengejaran dan pemeriksaan. Speed boat beserta penumpangnya kemudian diamankan ke Lanal Tg. Balai Karimun untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pada hari Selasa, 25 Juni 2024, empat orang PMI non-prosedural tersebut diserahkan ke Koordinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Karimun untuk penanganan lebih lanjut.

Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura, dengan jarak tempuh sekitar 40 hingga 60 menit, sering dimanfaatkan oleh pelaku pengiriman PMI non-prosedural dari Indonesia ke Malaysia maupun sebaliknya. Salah satu alasan utama pelaku melaksanakan kegiatan ini adalah izin tinggal yang telah melebihi batas waktu (overstay).

Dengan upaya dan patroli intensif ini, diharapkan dapat meminimalisir penyelundupan tenaga kerja non-prosedural serta menjaga keamanan perairan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *