Polri Apps

Kosgoro Lingga, Arman: Jangan Percaya Janji Caleg Berikan Bantuan BSPS

Ketua Kosgoro 57 Kab. Lingga, Arman Arsyad (kanan) saat foto bersama Anggota DPR RI Prov. Kepri (kiri) Cen Sui Lan. (Adhe)

Lingga, Owntalk.co.id – Ketua Koperasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 57 Kabupaten Lingga, Arman Arsyad, meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga tidak termakan janji muluk oknum Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang ikut dalam kompetisi Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) Tahun 2024 dengan janji memberikan Bantuan Stimulan Perumaham Swadaya (BSPS).

Pasalnya, sejak tahun 2013 program BSPS yang didapatkan masyarakat berasal dari anggaran Fokok Pikiran (Fokir) salah satu anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Ketua Goskoro 57 Kab. Lingga menilai, janji tersebut hanya khiasan semata yang dijual oleh oknum, demi mendapatkan suara dari masyarakat.

“Ada oknum Caleg dari Partai selain Golkar yang memanfaatkan program BSPS untuk mendapatkan data identitas masyarakat dengan jumlah quota yang tidak masuk akal.
Masyarakat harus tahu bahwa dengan quota yang dijanjikan program tersebut tidak mungkin dapat direalisasikan dengan kondisi keuangan saat ini,” ucap Arman Arsyad, Minggu (21/01/2024).

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap oknum Caleg yang mengumpulkan data identitas masyarakat dengan janji akan mengusulkan data terkait, agar mendapatkan program BSPS dari pemerintah.

“Kalau hanya digunakan untuk kepentingan dukungan mungkin masyarakat hanya kecewa, tapi kalau data tersebut digunakan untuk kepentingan tidak baik lainnya, maka akan menjadi keresahan di dalam masyarakat,” terang Arman.

Amran menyebutkan, bahwa, Kosgoro Kabupaten Lingga akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak tergiur janji manis Caleg dengan program yang membodohi masyarakat.

“Selama ini program banyan BSPS untuk masyarakat Kabuoaten Lingga adalah anggaran dari Fokok Pikiran (Fokir) salah satu anggota DPR RI Partai Golkar,” tuturnya.

Arman berharap, para Caleg yang bertarung dalam pesta demokrasi tahun 2024 ini agar tidak merusak sistem demokrasi dengan janji-janji kampanyenya demi mendapatkan dukungan. Program atau janji yang diberikan harus sesuai, agar dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

“Kita semua tentu ingin agar Pileg Tahun 2024 menghasilan para calon anghota legislatif yang cerdas dan kredibel hingga dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya. (Yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *