Swiss-Belinn-Promotion

UGM Terus Komitmen Berikan Beasiswa ke Mahasiswa

Universitas Gadjah Mada. (Dok; UGM)

Jakarta, Owntalk.co.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berkomitmen untuk memberikan beasiswa dalam mendukung terwujudnya pendidikan unggul bagi para mahasiswanya.

Selain melalui program beasiswa bekerja sama dengan mitra, UGM juga meberikan beasiswa melalui besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang lebih rendah dari Biaya Kuliah Tunggal (BKT).

BKT adalah estimasi besaran biaya per semester yang diperlukan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran bagi seorang mahasiswa.

Sesuai Permendikud RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada PTN di Lingkungan Kemendikbud, UKT di PTN tidak di perbolehkan melebihi BKT.

Wakil Rektor UGM Bidang SDM dan Keuangan, Prof. Supriyadi, M.Sc., menjelaskan UKT di UGM yang setiap semester oleh mahasiswa terbagi menjadi 8 level dengan level tertinggi di bawah atau sama dengan BKT masih. Rerata selama 5 tahun terakhir sebagian besar mahasiswa yakni 49,5 persen terdistribusi di UKT 3, 4, dan 5 . Lalu, 18,5 persen di dua UKT terendah yaitu UKT 1 dan 2. Berikutnya, sebesar 17,6 persen di UKT 6 dan 5,3 persen di UKT 7. Sementara hanya sebesar 9,2 persen jumlah mahasiswa yang membayar UKT tertinggi yakni UKT 8.

“Data itu menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen mahasiswa UGM memperoleh bantuan beasiswa dalam menyelesaikan studinya. UGM memberikan bantuan beasiswa ini sekitar Rp230 miliar per tahunnya dalam 5 tahun terakhir,” jelas Supriyadi, seperti dikutip dalam rilis Humas UGM yang diterima di Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Pemberian bantuan beasiswa itu merupakan bentuk keseriusan UGM dalam mendukung upaya mencerdaskan anak bangsa. Langkah ini sesuai dengan jati diri UGM sebagai universitas kerakyatan yang selalu berusaha untuk terus memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat.

“Pemberian bantuan beasiswa untuk mewujudkan pendidikan unggul ini menjadi bagian dari kebijakan UGM untuk membantu mahasiswa, khususnya yang mengalami berbagai macam keterbatasan kemampuan ekonomi sehingga kesulitan untuk membayar uang kuliah,” jelasnya.

Supriyadi menjelaskan juga bahwa saat ini UGM juga tengah menyiapkan skema kebijakan kelanjutan pemberian beasiswa yang lebih elegan dan berkeadilan bagi para mahasiswanya yang berada pada kondisi kemampuan ekonomi yang kurang beruntung.

UGM menunjukkan komitmen serius terhadap keberlanjutan dan kesuksesan studi para mahasiswanya. UGM akan selalu hadir dan membantu jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial.

Adapun salah satu mahasiswa penerima bantuan beasiswa, yaitu Fadiah Sri Rahayu, mengatakan ia mengajukan skema beasiswa tersebut karena ayahnya telah pensiun sebagai guru sehingga ada perubahan kemampuan perekonomian dalam keluarga. Fadiah kemudian memperoleh bantuan beasiswa dalam bentuk keringanan pembayaran uang kuliah tunggal dengan proporsi tertentu.

“Sejak semester 2 sampai semester 5 saya mengajukan permohonan keringanan UKT di setiap semesternya dan mendapatkan keringanan sebanyak 20 persen. Saat ini, di semester 6 saya mengajukan permohonan keringanan lagi,” ujarnya.

Mahasiswi Fakultas Biologi angkatan 2020 ini sangat berterima kasih kepada UGM yang telah memberikan bantuan beasiswa pendidikan unggul ini. Sebab, dengan adanya skema ini sangat membantu para mahasiswa yang memang membutuhkan dukungan keringanan untuk membiayai perkuliahan. Tak hanya itu, kesinambungan kuliah mahasiswa juga tidak terganggu sehingga mahasiswa bisa fokus belajar.

“Dengan memberikan keringanan pembiayaan kuliah di UGM ini juga memberikan dampak mental yang baik bagi saya karena sebelumnya saya takut akan menjadi beban orang tua. Namun, dengan sistem ini orang tua saya sangat terbantu sehingga tekanan mental saya pun ikut berkurang. Setidaknya dengan permohonan yang saya lindungi ini dapat meringankan beban biaya kuliah yang ditanggung orang tua saya,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *