LN, Owntalk.co.id – Sedikitnya 351 warga sipil dipastikan tewas dan 707 terluka di Ukraina sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari, kata PBB. Namun, PBB yakin angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengatakan sebagian besar kematian warga sipil disebabkan oleh senjata peledak dengan berbagai efek.
Baca juga :
- Daya Saing Batam Kian Kompetitif, Investasi Triwulan I 2026 Melonjak Lebih dari 100 Persen
- Batam Makin Hijau! PLN Batam Tambah 3 SPKLU Ultra Fast Charging, Charge Mobil Listrik Kini Hitungan Menit
- Pemkab Karimun Serahkan LPj APBD 2025, Catat Surplus dan Kondisi Keuangan Stabil
Blinken mengunjungi perbatasan Ukraina, menjanjikan bantuan untuk pengungsi
Ini termasuk peluncuran dari artileri berat dan beberapa sistem roket, serta rudal dan serangan udara.
“OHCHR meyakini jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, terutama di daerah yang dikuasai pemerintah, terutama dalam beberapa hari terakhir, karena keterlambatan menerima informasi dari beberapa tempat di mana permusuhan hebat telah terjadi, dan banyak laporan masih menunggu konfirmasi,” katanya.

