Jokowi Larang Ekspor Batu Bara, Begini Dampaknya

Date:

Related stories

HUT RI Ke-77 Polairud Polres Karimun Kibarkan Bendera Di Pulau Terluar Indonesia

Karimun, Owntalk.co.id - Sempena memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia...

Beraksi di 20 TKP, Seorang Jambret Berhasil Dibekuk Polsek Lubukbaja

Batam, Owntalk.co.id - Karim Teibang alias Bogan, residivis spesialis...

NasDem Bersuara, Tanggapi Gejolak Pergantian Sekretaris Kota Batam

Batam, Owntalk.co.id - Perihal adanya gejolak ditubuh Partai Nasional...

Sosialisasi Usaha Hulu Migas, Kapolres : Kita Selalu Siap Amankan Objek Vital Nasional

Meranti Owntalk.co.id - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul...

Jakarta, Owntalk.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberhentikan ekspor batu bara untuk sementara.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah pengekspor terbesar komoditas batu bara dengan memperjualkan sebanyak 40 persen pasokan batu bara di dunia. Untuk informasi, tahun 2020 lalu Indonesia mengirimkan 400 juta ton ke sejumlah negara.

Indonesia memberhentikan ekspor sementara selama bulan Januari. Hal ini menyebabkan pasokan 30 juta ton batu bara di dunia akan terganggu.

Alasan penghentian ekspor sementara ini adalah sebagai langkah agar terpenuhinya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri yang dikhawatirkan dapat menyebabkan pemadaman.

Bila pasokan batu bara berkurang, akan berdampak bagi pengguna listrik PT PLN (Persero) di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa, kurang lebih bagi 10 juta pelanggan.

Keputusan larangan ekspor ini mengejutkan banyak pihak, terutama negara yang mengimpor batu bara dari Indonesia.

Setidaknya ada dua negara yang mendesak Indonesia untuk mencabut larangan ekspor batu bara, yaitu Jepang dan Korea Selatan.

Jepang, yang merupakan tujuan ekspor batu bara terbesar ketiga Indonesia, mengajukan protes terkait pelarangan itu. Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia. Surat itu berisikan protes atas pelarangan ekspor yang tiba-tiba ini berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi di Jepang dan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pemerintah Korea Selatan melalui Menteri Perdagangan Yeo Han-Koo juga ikut melayangkan keprihatinannya atas kebijakan pemerintah Indonesia. Korea Selatan terancam mati listrik atas kebijakan ini. Mendag Yeo Han-Koo meminta ‘dengan sangat kuat’ agar pengapalan (ekspor) batu bara dapat segera dimulai kembali.

Tidak hanya dari negara lain, perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia juga buka suara lewat Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan Keterbukaan Informasi, ada beberapa perusahaan tambang yang menyatakan terdampak dan ada juga yang menyatakan tidak terdampak atas kebijakan larangan ekspor batu bara itu.

PT Indika Energy Tbk (INDY) mengungkap kebijakan larangan ekspor batu bara akan mempengaruhi kinerja keuangan perseroan. Walau demikian, Indika Energy masih menelaah dampaknya kepada kelangsungan usaha dan keuangan. Di sisi lain, PT TBS Energi Utama (TOBA) memastikan bahwa kebijakan itu tidak memengaruhi kinerja perusahaan dan harga saham.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories