Jakarta, Owntalk.co.id – Serikat pekerja TransJakarta (TransJ) yang terdiri dari FSPTI, KSPSI, SPDT, dan FSPMI buka suara terkait tudingan yang menimpah jajaran direksi.
Dalam tudingan tersebut, disebutkan pimpinan direksi menonton tarian perut (Belly Dance) di salah satu restoran yang ada di Jakarta.
Kuasa hukum dari empat serikat pekerja, Ade Darajat Martadikusuma menjelaskan, yang sebenarnya terjadi pada perkumpulan itu merupakan pertemuan antara jajaran direksi dengan empat serikat pekerja TransJ. Dan meyakinkan tidak adanya kaitan dengan rentetan kecelakaan bus TransJ
“Video yang beredar itu bukan pertemuan antara jajaran direksi dengan pihak operator,” ujar Ade, Jumat (10/12/2021).
Menurutnya, video tersebut tidak hanya berdampak pada pimpinan direksi, namun juga keluarga.
“Video ini dipublikasikan ke publik dampaknya nggak pimpinan doang, keluarga juga beban moral,” ucapnya.
Baca Juga :
- Dukung Produktivitas Nelayan, SPBUN Bakongan Timur Resmi Beroperasi
- Dugaan Penjualan Makanan Impor Tanpa Izin, Toko Mawar Disorot Lembaga Konsumen
- Batam Hasilkan 1.300 Ton Sampah Per Hari, Pemko Ajukan Perubahan Perda Pengelolaan
Dia pun meminta agar pelaku penyebar video itu mengaku dan meminta maaf.
“Kita mau proses, mau tahu, 1×24 jam. Kalau nggak ada yang minta maaf kita proses,” pungkasnya.
