Sentil Lelang SPAM di Batam, Ruslan : Pemko Harus Punya Peran

  • Bagikan

Batam, Owntalk.co.id – Layanan pengelolaan air bersih benar-benar menjadi catatan serius bagi Wakil Ketua II DPRD kota Batam, Ruslan Ali Wasyim (RAW). Pasalnya, dia tak ingin pengelola baru nantinya memberikan pelayanan yang lebih buruk dibanding sebelumnya.

“Siapapun nantinya perusahaan yang terpilih untuk mengelola air bersih dikota Batam, Masyarakat lah yang akan merasakan manfaatnya,” kata dia. Kamis, (2/9/2021)

RAW mengharapkan Panitia lelang di Badan Pengusahaan (BP) dapat men-seleksi perusahaan yang benar-benar ingin berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.

Diapun mengapresiasi banyaknya perusahaan multinasional yang tertarik untuk mengelola air bersih dikota Batam.

Sebelumnya, Panitia Pelelangan Air BP Batam telah mengumumkan sejumlah perusahaan yang lolos prakualifikasi untuk kerjasama pengoperasian dan pemeliharaan sistem penyediaan air minum di kota Batam.

Berdasarkan surat Panitia lelang bernomor PQ-Hilir/15/8/2021, Panitia mengumumkan daftar peserta lelang yang lulus dalam prakualifikasi administrasi ini sedikitnya berjumlah 3 Perusahaan konsorsium.

Adapaun dari ketiga konsorsium tersebut adalah :

  1. Konsorsium PT Krakatau Tirta Industri, Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II, PT Adaro Tirta Mandiri, PT Strivechem Indonesia.
  2. PT Pam Lyonnaise Jaya
  3. Konsorsium PT Moya Indonesia dan PT PP (Persero).

Ruslan menyebutkan bahwa dari ketiga konsorsium perusahaan tersebut dia berharap ada perusahaan yang benar-benar berkomitmen untuk penyuplaian air bersih. Selain itu, Dia juga mengharapkan adanya pembagian hasil keuntungan yang didapatkan perusahaan kepada masyarakat melalui (Corporate Social Responsibility – CSR).

“Dari CSR itulah kita berharap Perusahaan turut serta terlibat membangun kehidupan ekonomi masyarakat Batam,” pungkas Politisi Golkar itu.

Tak hanya sampai disitu, sebagai mitra pemerintah kota Batam, DPRD kota Batam mendorong agar pemerintah daerah turut andil mengambil bagian dalam pengelolaan SPAM kedepanya. Langkah itu, Ia harapkan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Batam dapat terdongkrak melalui sumber pengelolaan SPAM.

” Kami dari DPRD mendorong agar pemerintah daerah dapat mengambil peran melalui BUMD nya untuk terlibat dalam pengelolaan SPAM yang baru ini,” kata Ruslan

Belajar dari pelayanan sebelumnya, Ruslan menyayangkan pemerintah daerah tak mendapatkan apa-apa dari konsesi yang berjalan.

“Sebab nanti kalaupun ada pelayanan yang tak memuaskan, Masyarakat akan mengadu pada pemerintah daerah dan juga DPRD,” tutup dia

  • Bagikan