Hari Ini! Driver Gojek akan Lakukan Mogok Massal

  • Bagikan

Jakarta, Owntalk.co.id – Salah satu Mitra GoTo, Driver Gojek, khususnya pada layanan GoKilat atau GoSend Same Day Delivery (SMD) diketahui akan melakukan mogok massal.

Aksi mogok ini akan dilakukan dengan cara off bid. Aksi ini dilakukan oleh Driver Lantaran perubahan insentif untuk para driver yang dilakukan secara sepihak oleh GoTo.

Insentif tersebut dinilai merugikan pihak driver, karena nilainya lebih kecil dari sebelumnya. Misalnya pada Gosend SMD Jabodetabek, besaran insentif telah ditetapkan sebesar Rp1.000 untuk 1-9 pengantaran, Rp2.000 untuk 10-14 pengantaran, dan Rp2.500 untuk pengantaran diatas 15 paket.

Sebelumnya, besaran insentif yang diterima driver sebesar Rp10.000 jika jika driver menyelesaikan 5 pengantaran, Rp30.000 untuk 8 pengantaran, Rp45.000 ribu untuk 10 pengantaran, Rp60.000 ribu untuk 13 pengantaran, dan Rp100.000 ribu untuk 15 pengantaran.

Skema baru yang telah dirancang diketahui juga melanggar Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang Kemitraan yang tidak membolehkan adanya keputusan sepihak tetapi melalui perundingan bersama yang menguntungkan para pihak yang bermitra.

Baca Juga :

Selain itu, skema baru ini juga bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 tahun 2019 yang mengatur penentuan biaya jasa dari driver atau kurir roda dua.

“Aksi akan dilakukan serentak di Jabodetabek tiga hari, tanggal 8, 9 dan 10 Juni,” ujar Yulianto, Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek.

Dalam aksi mogok, tuntutan yang diajukan oleh driver ialah dicabutnya aturan insentif baru, dan meminta GoTo mentaati aturan yang berlaku tentang kemitraan dan penghitungan biaya jasa driver.

Yulianto juga melanjutkan, jika tuntutan pada aksi mogok ini tak dikabulkan, kurir Gosend SMD akan melakukan demonstrasi ke Kantor Kementrian Perhubungan.

Driver akan mendesak pemerintah agar bisa menegakkan aturan aturan yang berlaku sehingga persaingan antar platform tidak berdampak negatif untuk driver. (Ir)

  • Bagikan