Senator Ria Saptarika Peringati Nuzul Qur’an Bersama Jamaah Masjid AS-SUHADA Batu Ampar

  • Bagikan

Batam, Owntalk.co.id – Masjid As-Suhada yang berada di Perumahan Tering Raya, Melcem Kelurahan Tanjung Sengkuang, kecamatan Batu Ampar menggelar peringatan Nuzulul Quran 1442 Hijriah,Rabu (28/4/2021) malam.

Peringatan Nuzulul Quran ini menghadirkan Senator asal Kepulauan Riau (Kepri), Ir. H. Ria Saptarika, M.Eng sebagai penceramah sebelum Shalat Tarawih dilaksanakan.

Dalam ceramahnya, Ria Saptarika menyampaikan, bulan Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan yang di dalamnya Allah SWT menurunkan Kitab Suci Alquran melalui perantara Malaikat Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW.

Ria juga mengutip QS. Al Baqarah: 185 sebagai referensi peristiwa diturunkannya Alquran.

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil),” jelas Ria mengutip ayat tersebut.

Baca Juga :

Ria juga menyebutkan peristiwa turunnya Alquran pada malam 17 Ramadhan tersebut adalah salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia.

“Secara berangsur-angsur Alquran diturunkan dalam berbagai peristiwa hingga menjadi lembaran kitab suci bagi umat Islam dan menjadi petunjuk dan pembeda hak dan bathil dalam mengarungi kehidupan,” lanjut dia.

Selain membahas peristiwa Nuzulul Quran, Ria juga menyinggung kesiapan umat untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Malam lailatul qadar sebagai malam yang penuh berkah dan dikenal sebagai malam seribu bulan bahkan para ulama berpendapat bahwa ada banyak keberkahan serta kemuliaan pada malam lailatul qadar.

Ada banyak kebaikan yang Allah SWT janjikan dalam malam lailatul qadar yang tentunya seluruh umat Islam ingin mendapatkannya. Namun, Allah tidak memberitahukan waktu terjadinya malam lailatul qadar.

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah kapan tepatnya waktu lailatul qadar terjadi?

Mengutip HR. Imam Bukhari, Ria Saptarika menyebutkan bahwa malam Lailatul Qodar akan terjadi pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Allah sengaja merahasiakan waktu lailatul qadr agar manusia mencarinya dengan sungguh-sungguh karena jika waktu lailatul qadr dipastikan, maka bisa saja manusia akan menyepelekan qiyamul lail dan i’tikaf di separuh akhir bulan Ramadhan. (red)

  • Bagikan