Jakarta, Owntalk.co.id – Gerakan Earth Hour kembali diselenggarakan secara serentak pada, Sabtu (27/3/2021) pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat.
Gerakan Earth Hour merupakan aksi nyata dalam menyatukan penduduk dunia untuk berbicara tentang bumi. Saat momen tersebut penduduk dunia bersatu dengan mematikan listrik secara simbolis selama kurang lebih satu jam, sebagai upaya merawat masa depan planet bumi.
Baca Juga :
- Label Halal Citra Rasa Dipertanyakan, Hamdan Desak Pemeriksaan
- Anwar Anas Pimpin Pansus Revisi Perda Ketertiban Umum, DPRD Batam Mulai Pembahasan
- BP Batam Perkuat Ketahanan Air Bersih, Buka Peluang Kerja Sama dengan Swasta dan Pemerintah
- Pasca Gangguan Listrik dan Air, HIPMI Kepri Sampaikan Catatan Strategis ke BP Batam
- Buka PID IMM Kepri, Ketua DPRD Kepri Tekankan Kritik Mahasiswa Harus Berbasis Data dan Solusi
Yayasan WWF Indonesia dan komunitas Earth Hour di 30 kota mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan melindungi masa depan keanekaragaman hayati sebagai kekayaan bangsa, dan mengajak kepada gaya hidup yang ramah lingkungan.
CEO Yayasan WWF Indonesia, Dr. Dicky Simorangkir dalam kesempatan konferensi pers (25/3/2021). Mengatakan, “maka dari itulah kita perlu menempatkan alam sebagai solusi utama bagi upaya pemulihan kehidupan di dunia, untuk memastikan masa depan ekonomi dan masyarakat kita.” ujar Dr. Dicky. (Dodi)

