Jakarta, Owntalk.co.id – Pemerintah Indonesia berencana ingin membangun Bandara Antariksa yang berlokasi di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Namun, LSM Forum Peduli Masyarakat Biak menolak rencana pembangunan tersebut, karena khawatir akan mengancam penggusuran pemukiman warga.
Yohanis Mambrasar salah satu anggota Forum Peduli Masyarakat Bias menyebutkan, lokasi pembangunan proyek tersebut banyak berada di titik permukiman warga. Karena biak tak memiliki satupun pulau tak berpenghuni atau kosong.
Akibatnya dari pembangunan proyek pembangunan Bandara Antariksa ini, ribuan warga Biak akan kehilangan ruang hidupnya. Karena pemerintah pastinya akan merelokasi seluruh penduduk di pulau tersebut.
- Pertamina Patra Niaga Sumbagut Raih Tiga IGA 2026 Berpredikat Platinum
- Masalah Air Bersih Sedang Berproses, Aweng Kurniawan ajak masyarakat Untuk Tenang dan Percaya Terhadap Pemerintah
- Dishub Batam Terbitkan Surat Tugas Juru Parkir di Ocarina Tanggal 12 Januari
- DPD LLMB Batam Tegaskan Insiden Tukang Parkir di Ocarina Bukan Isu SARA, Minta Publik Tak Terprovokasi
- Kemenko Polkam Perkuat Koordinasi Lintas Instansi Amankan Laut Natuna Utara
Saat ini, pemerintah Kabupaten Biak dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang membahas tentang proyek pembangunan tersebut. Namun, sebelumnya pemerintah telah menyepakati proyek ini pada pertemuan terakhir awal Maret lalu.
Koordinator Forum Peduli Masyarakat Biak Michael Awom berpendapat, proyek pembangunan Bandara Antariksa ini mengabaikan hak-hak dasar masyarakat pribumi. Terutama hak yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat adat.
Sebelumnya, penolakan terhadap pembangunan Bandara Antariksa ini sempat terjadi pada tahun 2006-2007. Pada saat kelompok intelektual Biak menggelar diskusi penolakan rencana pembanguna tersebut. Kejadian penolakan warga Biak ini kembali terulang pada 2016-2017 lalu.
Awom juga berpendapat, perencanaan pembangunan di Biak ini dapat berdampak kepada kehidupan yang ada di sana. Seperti, hilangnya lahan bertani dan berburu, tercemar nya udara akibat hilangnya vegetasi hutan dan dampak lainnya.
Oleh karena itu Awom meminta kepada pemerintah untuk tidak mengambil keputusan sepihak terkait pembangunan tersebut. Ia juga meminta agar pemerintah mengadakan pertemuan terbuka terhadap seluruh elemen masyarakat Biak demi mencari solusi terhadap pro dan kontra dari proyek pembangunan Bandara Antariksa tersebut.
(Leo)
