Jakarta, Owntalk.co.id – Setelah pristiwa penemabakan yang menewaskan warga warga keturunan di tiga panti pijat di Atlanta, Amerika Serikat (AS), Selasa (16/3). Kini mulai bermunculan tagar #StopAsianHate dan #RacismlsNotComedy menjadi trending Twitter Indonesia pada Rabu (17/3) malam.
Dalam pristiwa tersebut, mengakibatkan delapan orang tewas. Dan enam korban ini merupakan warga keturunan Asia, sedangkan duanya merupakan warga kulit putih.
Dari delapan korban yang tewas, tujuh korban ini merupakan wanita, dan satu korban lagi merupakan laki-laki.
Dari kejaian ini, kini mulai banyak bermunculan pembelaan terhadap orang Asia di media sosial dengan tagar #StopAsianHate.
- Jaga Harmoni, Tokoh Pemuda Indonesia Timur Ajak Warga Tak Terprovokasi Isu Rasial
- Tepis Isu Ketegangan, Ketua KKSS Batam Sebut Pertemuan dengan Li Claudia Berlangsung Hangat
- Karimun Lepas Putra-Putri Terbaik Ikuti Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi dan Nasional
- Sikapi Dinamika Publik, AMPG Batam Ingatkan Masyarakat Agar Tak Mudah Terprovokasi
- Soal Pernyataan Wakil Walikota Batam, Yefri Ajak Masyarakat tetap Jaga Kerukunan dan Hindari Narasi Perpecahan
Saat ini, aparat kepolisian telah menangkap seorang pria yang teridentifikasi sebagi pelaku penembakan tersebut. Pria ini bernama Robert Aron Long (21), pria berkulit putih ini disebut memiliki kecanduan terhadap seks.
Sementara ini, kepolisian masih belum mengetahui motif pelaku melakukan aksinya tersebut. Long kabarnya tertangkap setelah berhasil belarikian diri dari lokasi kejadian penembakan tersebut.
Setelah melihat kejadian yang viral di media sosial dengan tagar #StopAsianHate, salah seorang pejabat konsultan Korea Selatan menyampaikan, empat wanita yang tewas dari delapan korban ini merupakanetnis Korea. Namun mereka masih belum mengetahui status kewarganegaraan mereka.
Di media sosial kini mulai bermunculan sebagai bentuk seruan untuk menghentikan tindakan rasisme terhadap keturunan Asia terutama di AS.
Stop APPI Hate juga meresmikan tagar #StopAsianHate. Lembaga ini terbentuk pada 19 Mret 2020, yang merupakan lembaga non profit di AS. Lembaga ini menuntut untuk menghentikan tindakan rasisme terhadap warga Asia yang tinggal di sana.
Sejak awal pandemi, Stop APPI Hate menyatakan telah terjadi 3,795 penyerangan bermotif rasial yang diarahkan kepada orang Asia.
Selain netizen, banyak selebritis dan aktivasi Asia hingga politikus Negeri Paman Sam ikut menyuarakan gerakan #StopAsianHate di media sosial.
(Jul)

