Jakarta, Owntalk.co.id – Bareskrim Polri tetap memproses hukum 6 anggota laskar Front Pembela Islam (FPI), meski keenamnya telah tewas dalam insiden penembakan di Tol Cikampek beberapa waktu lalu.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Djajadi, mengatakan kasus tersebut tetap akan diproses hingga dilimpahkan ke Kejaksaan, dengan ancaman pasal 170 KUHP tentang kekerasan.
- Prabowo Tegas Bantah Sumbang Dana USD 1 Miliar untuk Board of Peace
- Prabowo Perkuat Diplomasi Idulfitri, Jalin Silaturahmi dengan Pemimpin Negara Muslim
- Direktur Diduga Buat Surat Pengunduran Diri Karyawan, Sengketa PT Ghaniyyah Indoteknik Maritim Kian Memanas
- Air Mata Bahagia di Rutan Batam, Open House Satukan Kembali Keluarga
- Langsung Ramai! Masjid Bintang Amin Angkasa Dipadati Jamaah Usai Diresmikan Menhan
“Iya jadi tersangka 6 orang itu. Yang pasak 170 itu memang sudah kita tetapkan tersangka, sudah ditetapkan. Kan itu juga tentu harus diuji, makanya kami ada kirim ke jaksa, biar jaksa teliti.” kata Andi, Rabu (3/3/2021).
Penetapan status tersangka kepada 6 orang Laskar FPI yang sudah meninggal tersebut nendapat tanggapan banyak pihak, Beberapa pihak menganggap penetapan tersebut menyalahi aturan undang-undang. Beberapa pakar hukum mengatakan bahwa perkara yang diduga melibatkan enam lasksar FPI tersebut otomatis gugur, karena terduga pelakunya telah meninggal dunia.
(Dodi)

