Mangkir di DPRD, PT Moya Akan Hadir di BP Batam

  • Whatsapp
Ketua komisi 1 DPRD Batam, Budi Murdiyanto bersama Utusan Sarumaha

Batam, Owntalk.co.id – Perihal mangkirnya PT. Moya Indonesia dalam undangan Rapat dengar pendapat Di Komisi DPRD Kota Batam tanpa alasan yang jelas, membuat sejumlah anggota Komisi I DPRD menyesalkan respon dari perusahaan pengganti ATB tersebut, Kamis (07/01/2021).

Pihak Komisi Satu mempertanyakan mengapa PT Moya Indonesia tidak hadir dalam undangang resmi tersebut, Selain Moya, BP Batam juga meminta penjadwalan ulang terkait pembahasan tersebut, setelah RDP di tutup tanpa kehadiran Pihak Moya dan BP Batam, muncul agenda konfersi pers dari BP Batam Bersama PT Moya Indonesia dan BMKG untuk pembahasan terkait kondisi cuaca Kota Batam dan Tagihan Pembayaran Air

Read More

Melihat hal tersebut, ketua komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto S.E., Memaparkan, pihaknya masih menpertanyakan mengapa PT Moya tidak Hadir dalam Undangan resmi tersebut, karena Moya tidak memberikan jawaban kepada DPRD Kota Batam

“Kami tidak tahu mengapa mereka tidak hadir tanpa alasan yang jelas, padahal undangan yang kami layangkan resmi, kalau itu yg menjadi alasannya (menggelar Konfersi pers. Red) sangat disayangkan, karena waktunya tidak bersamaan dan yang kedua kami juga lembaga yang mewakil rakyat,” unkapnya.

Lanjut Budi, alangkah baiknya pihak PT Moya Indonesia menghadiri RDP dan setelahnya baru konferensi pers

“Sebaiknya mereka menghadiri dulu agenda resmi ini, setelah itu baru mendakan konfersi pers, karena kami juga lembaga resmi, yaitu lembaga perwakilan rakyat,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha S.H., menuturkan, dalam persoalan ini seharusnya PT Moya Indonesia Bisa menunjukkan performa dengan baik ke masyarakat, namun yang selama dua bulan ini Moya malah menuai banyak komentar dari masyarakat persoalan pelayanan dan Tarif air

“Seharusnya PT Moya Indonesia bisa menunjukkan performanya ke masyarakat bahwa mereka bisa menjadi pengganti ATB dan selevel dengan ATB, namun sangat disayangkan mereka tidak transparan dan membuat masyarakat kecewa, terutama persoalan pelayanan dan tarif,” Katanya.

Utusan Menambahkan, Sebaiknya PT Moya Indonesia Bisa lebih transparan kepada masyarakat apalagi persoalan tarif di situasi pandemi saat ini

“Saya juga melihat, untuk pembayaran tagihan air, tidak tertera berapa jumlah pemakaian yang telah kita pakai, dan hanya ada total saja, seharusnya PT Moya bisa lebih Transparan,” Tutupanya. (Haykal)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *