Batam, Owntalk.co.id – Aktivitas kepelabuhanan di Batam menunjukkan perkembangan positif sepanjang Januari hingga September 2026. Peningkatan terjadi pada sektor bongkar muat barang, arus peti kemas, hingga mobilitas penumpang, yang semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu simpul logistik dan konektivitas maritim strategis di kawasan Selat Malaka.
Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam, volume bongkar muat general cargo hingga akhir September 2026 mencapai 9.518.956 ton. Angka tersebut meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh aktivitas kargo domestik yang mengalami kenaikan hingga 20 persen. Sementara itu, arus peti kemas tercatat sebanyak 627.493 TEUs atau tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Capaian arus peti kemas tersebut telah memenuhi 83 persen dari target tahunan 2026 yang ditetapkan sebanyak 750.000 TEUs.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan peningkatan aktivitas logistik menunjukkan semakin dinamisnya pergerakan barang melalui pelabuhan di Batam.
Kinerja positif juga terlihat pada sejumlah terminal. Terminal Umum Batu Ampar mencatat volume general cargo sebesar 1.580.343 ton atau mencapai 117 persen dari target tahunan sebesar 1,35 juta ton.
Sementara itu, Terminal Umum Curah Cair Kabil membukukan volume 3.255.252 ton atau telah merealisasikan 93 persen dari target sepanjang 2026.
Tidak hanya sektor logistik barang, pergerakan penumpang melalui jalur laut juga mengalami peningkatan.
Hingga September 2026, total arus penumpang domestik dan internasional mencapai 7.506.730 orang atau tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, penumpang domestik tercatat sekitar 3,38 juta orang dengan pertumbuhan 10 persen. Sedangkan penumpang internasional mencapai sekitar 4,12 juta orang atau meningkat 6 persen.
Realisasi tersebut telah mencapai 86 persen dari target tahunan sebanyak 8,75 juta penumpang.
Peningkatan aktivitas pelabuhan turut tercermin dari jumlah kunjungan kapal. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tercatat sebanyak 82.677 kunjungan kapal barang dan penumpang atau meningkat 1 persen.
Adapun total bobot kapal mencapai 62.382.360 Gross Tonnage (GT), mengalami kenaikan 17,68 persen. Khusus kapal barang, bobot tonase meningkat 21 persen menjadi sekitar 47,14 juta GT.
Dari sisi pendapatan, penerimaan jasa kepelabuhanan BP Batam hingga akhir September 2026 mencapai Rp365,56 miliar. Jumlah tersebut setara 75 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar dan tumbuh 3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
BP Batam Perkuat Pengelolaan dan Pelayanan
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi perkembangan kinerja operasional dan komersial kepelabuhanan yang dinilai semakin positif menjelang akhir tahun.
Menurutnya, peningkatan volume kargo, capaian Terminal Batu Ampar, serta pertumbuhan bobot kapal menjadi indikator semakin optimalnya pengelolaan aset dan aktivitas bisnis pelabuhan.
BP Batam, lanjutnya, akan terus mendorong tata kelola kepelabuhanan yang profesional, transparan, serta berorientasi pada peningkatan nilai tambah bagi perekonomian dan penerimaan negara.
Di sisi pelayanan, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya peningkatan fasilitas terminal dan standar keselamatan pelayaran di tengah tingginya mobilitas penumpang.
Modernisasi fasilitas, digitalisasi sistem tiket, kebersihan dermaga, serta penguatan koordinasi dengan instansi CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Health) menjadi sejumlah aspek yang terus didorong untuk meningkatkan kualitas layanan.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pertumbuhan sektor kepelabuhanan merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi dan investasi di Batam.
Ia menyebut pelabuhan sebagai salah satu infrastruktur utama yang menopang aktivitas perdagangan, distribusi barang, serta konektivitas internasional.
Karena itu, BP Batam akan terus mempercepat pembenahan infrastruktur dermaga, penambahan peralatan bongkar muat modern, hingga integrasi sistem logistik digital.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing pelabuhan Batam dan mendorong kawasan ini menjadi pusat transshipment serta simpul logistik internasional terkemuka di jalur Selat Malaka.

