banner 728x90
Batam  

Kunjungi Gudang Bulog di Batam, Endipat Wijaya Pastikan Ketahanan Pangan Aman Hingga 3 Bulan ke Depan

Anggota DPR RI Endipat wijaya di dampingi, Ketua Dprd Kepri Iman Sutiawan saat mengunjungi gudang Bulog di Batam

Batam, Owntalk.co.id — Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang merupakan perpanjangan tangan DPR RI yang bertugas menelaah temuan BPK RI, melakukan kunjungan kerja ke Perum Bulog Batam pada Jumat (24/4/2026) pagi.

Kunjungan ini pun menjadi momentum penting dalam memastikan ketersediaan stok pangan serta stabilitas harga bahan pokok di wilayah Kepulauan Riau.

Dalam kunjungan tersebut, Pimpinan BAKN DPR RI, Meireza Endipat Wijaya yang juga Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra Dapil Kepulauan Riau, meninjau langsung kondisi gudang dan distribusi logistik pangan, sekaligus menyerap berbagai masukan dari pemerintah daerah dan Bulog terkait tantangan distribusi di wilayah kepulauan.

Meireza Endipat Wijaya saat ditemui KE Group, menegaskan bahwa hasil peninjauan lapangan menunjukkan ketersediaan stok pangan di Batam masih dalam kondisi aman. Namun, ia menilai peningkatan stok tetap diperlukan guna menjaga ketahanan pangan jangka menengah.

“Kami melihat langsung bahwa stok di sini tersedia. Harapannya, stok ini bisa terus ditingkatkan agar ketahanan pangan semakin kuat. Kami juga akan mendorong pemerintah pusat dan kementerian terkait untuk menambah dukungan pasokan bagi wilayah kepulauan,” ujar Endipat.

Menurutnya, pengawasan lapangan menjadi penting mengingat Batam dan wilayah sekitarnya memiliki karakteristik geografis kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi logistik antarpulau.

Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga, terutama menjelang periode permintaan tinggi.

Foto bersama usai mengunjungi gudang bulog di Batam

Selain beras, isu kelangkaan minyak goreng turut menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Endipat mengakui bahwa minyak goreng bersubsidi masih tergolong langka di pasar Batam. Temuan ini akan segera dilaporkan kepada kementerian terkait agar distribusi dapat diperkuat.

“Dari hasil pengawasan ini, kami akan menyampaikan kondisi di lapangan ke pemerintah pusat agar stok minyak goreng bisa ditambah. Kalau memang kurang, tentu harus kita minta tambahan,” tegasnya.

Ia berharap kunjungan ini dapat menghasilkan kebijakan konkret yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan dan harga pangan di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Batam, Guido XL Pereira, memaparkan bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 4.500 ton untuk beras medium dan 350 ton untuk beras premium. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

“Kekuatan stok kita sekitar tiga bulan. Selain itu, pasokan tambahan sekitar 2.000 ton sedang dalam proses pengiriman dari Pulau Jawa. Untuk beras premium, sekitar 1.500 ton juga telah kami masukkan pada Maret lalu,” jelas Guido.

Ia menambahkan, Bulog akan terus melakukan pengadaan secara berkala guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.Terkait minyak goreng bersubsidi.

“Minyak Kita”, Guido menjelaskan bahwa saat ini distribusi difokuskan untuk program bantuan pangan. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan di pasar umum menjadi terbatas, meskipun harga masih sesuai HET.

“Harga Minyak Kita saat ini sekitar Rp15.700 per liter sesuai catatan aplikasi, meski di beberapa wilayah seperti Karimun masih ada yang di atas HET. Kami terus berupaya agar distribusi bisa lebih merata,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa Bulog tidak memiliki stok khusus untuk langsung mendistribusikan minyak goreng ke pasar, sehingga koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam mengatasi kekosongan pasokan.

Kunjungan kerja ini menegaskan pentingnya sinergi antara DPR, pemerintah daerah, dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah kepulauan. Dengan tantangan distribusi yang lebih kompleks, penguatan logistik dan penambahan stok menjadi prioritas utama agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Diharapkan, hasil kunjungan ini dapat mendorong kebijakan strategis dari pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan di Batam dan Kepulauan Riau secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *