Batam  

Malam Basodara PK NTT Batam, Tokoh Ingatkan Pentingnya Persatuan dan Pembenahan Organisasi

Foto bersama tokoh dan pengurus paguyuban kabupaten/kota se-NTT dalam kegiatan Malam Basodara PK NTT Kota Batam di Hotel Santika, Batam Centre, Jumat (23/10/2026) malam.

Batam, Owntalk.co.id – Perkumpulan Keluarga Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam menggelar malam silaturahmi bertajuk “Malam Basodara, Mempererat Tali Silaturahmi Merajut Persaudaraan PK NTT Kota Batam” di Hotel Santika lantai 11, Jalan Engku Putri, Batam Centre, Jumat (23/10/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antartokoh, pengurus paguyuban kabupaten/kota, serta seluruh elemen masyarakat NTT di Kota Batam.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga diisi dengan penyampaian pesan dan masukan dari sejumlah tokoh terkait pentingnya menjaga persatuan, membenahi organisasi, serta memperkuat peran PK NTT dalam menjawab berbagai persoalan sosial masyarakat.

Acara diawali dengan santap malam bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh dan Ketua Umum terpilih PK NTT Kota Batam, Moh Agung Teibang.

Tokoh PK NTT Kota Batam, Bali Dalo, SH, menyampaikan apresiasi kepada Moh Agung Teibang yang telah menginisiasi kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai pertemuan ini menjadi langkah positif untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan dalam keluarga besar PK NTT.

Bali Dalo mengajak seluruh elemen masyarakat NTT untuk mendukung ketua umum terpilih beserta jajaran pengurus yang akan dilantik agar dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik.

Ia berharap seluruh paguyuban dan masyarakat NTT di Batam dapat mengesampingkan perbedaan serta mengutamakan kepentingan bersama demi kemajuan organisasi.

Sementara itu, Moh Agung Teibang menyampaikan terima kasih kepada para ketua dan sekretaris paguyuban kabupaten/kota yang telah memenuhi undangan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Malam Basodara bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah awal untuk memperkuat kebersamaan dalam mengemban amanah dan menjalankan roda organisasi PK NTT Kota Batam.

“Bagi saya, malam ini adalah malam untuk merajut persaudaraan. Ini menjadi langkah awal bagi kita semua untuk bersama-sama menjalankan amanah organisasi,” ujarnya.

Agung mengakui bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat diwujudkan hanya oleh ketua umum atau jajaran pengurus. Dukungan seluruh pengurus paguyuban kabupaten/kota dan keterlibatan masyarakat NTT di Batam menjadi faktor penting dalam membangun organisasi yang solid.

“PK NTT tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh pengurus paguyuban kabupaten/kota dan semua elemen masyarakat. Karena itu, mari kita bergandengan tangan, menepikan perbedaan, dan berjalan bersama sebagai satu keluarga besar PK NTT Kota Batam,” katanya.

Mewakili para ketua paguyuban se-NTT di Kota Batam, Ketua Paguyuban Wuamesu Ende, Dominggus Roslinus Rega Woge, turut menyampaikan pesan dan harapan kepada ketua umum terpilih.

Ia berharap kepemimpinan baru PK NTT dapat merangkul seluruh paguyuban, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan kebersamaan dalam menjalankan organisasi.

“Kami berharap ketua umum yang baru dapat merangkul semua paguyuban, membangun komunikasi yang baik, serta mengedepankan kebersamaan. PK NTT adalah rumah besar kita bersama. Mari saling mendukung dan bergandengan tangan demi kemajuan organisasi serta kepentingan masyarakat NTT di Kota Batam,” ungkapnya.

Pandangan mengenai pembenahan organisasi juga disampaikan tokoh PK NTT Kota Batam, AKBP (Purn) Edi Buce. Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian struktur kepengurusan dan pelantikan agar organisasi dapat segera berjalan secara definitif.

Menurutnya, kejelasan struktur kepengurusan diperlukan mengingat terdapat berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara terkoordinasi.

Edi Buce berharap pengurus yang akan dilantik nantinya mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal, memperkuat koordinasi dengan seluruh paguyuban, serta memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat NTT di Kota Batam.

Sementara itu, tokoh PK NTT, Markus Mehan yang dikenal dengan sapaan Pak Uban, memaparkan perjalanan organisasi dari masa lalu hingga perkembangannya saat ini.

Ia menyampaikan kritik terhadap kondisi organisasi yang dinilainya belum optimal dalam mengoordinasikan penyelesaian berbagai persoalan, meskipun saat ini banyak sumber daya manusia berpendidikan dan memiliki kompetensi.

Menurut Pak Uban, kapasitas intelektual harus diimbangi dengan etika, kepedulian, dan kemampuan membangun kebersamaan.

Ia berharap PK NTT kembali pada jati dirinya sebagai paguyuban yang merangkul semua pihak, mengayomi masyarakat, serta menjadi rumah besar bagi seluruh keluarga NTT di Kota Batam.

Suasana keakraban semakin terasa dengan iringan alunan musik khas Nusa Tenggara Timur yang mengiringi kegiatan tersebut. Para peserta berbaur dalam suasana santai, memperkuat semangat kekeluargaan dan persaudaraan.

Melalui Malam Basodara, para tokoh dan peserta berharap PK NTT Kota Batam semakin solid, mampu menyelesaikan pembentukan kepengurusan, serta meningkatkan peran organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada pertemuan tersebut, tetapi berlanjut melalui kerja nyata, komunikasi yang berkesinambungan, dan kolaborasi seluruh paguyuban demi memperkuat PK NTT sebagai rumah besar masyarakat Nusa Tenggara Timur di Kota Batam.

Exit mobile version