Jakarta, Owntalk.co.id — Tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memasuki babak baru. Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Kamis (1/10/2026). Sebelumnya, Komisi III DPR menyetujui pencalonannya secara aklamasi.
Pelantikan Suyudi sebagai Kapolri dijadwalkan berlangsung pada Kamis siang oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang reserse.
Lulusan Akpol 1994
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Suyudi melanjutkan pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018.
Kariernya sejak awal banyak bersentuhan dengan fungsi reserse. Ia pernah bertugas sebagai Kanit II Resmob Polda Metro Jaya serta menduduki sejumlah jabatan di jajaran kewilayahan dan reserse.
Suyudi antara lain pernah menjadi Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, hingga Kasat Reskrim di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Menapaki Sejumlah Jabatan Strategis
Karier Suyudi terus berkembang. Ia dipercaya memimpin sejumlah kepolisian resor, di antaranya sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Ia kemudian kembali mendapat penugasan di lingkungan Bareskrim Polri. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, termasuk Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber (Wadirtipidsiber).
Pada 2019, Suyudi dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Pengalaman panjang di bidang penyidikan kemudian mengantarkannya ke posisi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.
Setahun kemudian, pada 2024, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten.
Dari Kepala BNN ke Kursi Kapolri
Perjalanan karier Suyudi berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN.
Selama memimpin BNN, Suyudi tercatat menangani sejumlah agenda pemberantasan narkotika, termasuk pengungkapan jaringan peredaran narkoba lintas negara. Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah penangkapan Dewi Astutik di Kamboja, yang disebut terkait dengan jaringan penyelundupan dua ton sabu di Kepulauan Riau.
Pengalaman panjang di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, hingga penanganan kejahatan narkotika menjadi bagian dari rekam jejak Suyudi sebelum kemudian diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri.
Kini, setelah mendapat persetujuan DPR RI, Suyudi Ario Seto memasuki babak baru dalam kariernya sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara, menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
