Naik Ojek dari Pelabuhan Lewoleba, Warga Malah Kehilangan Barang Bawaan

Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi salah satu pintu masuk dan keluar masyarakat melalui jalur transportasi laut. (Sumber foto: Google).

Lembata, Owntalk.co.id — Seorang warga bersama anaknya diduga menjadi korban penipuan dengan modus jasa ojek setelah tiba di Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah barang bawaan mereka disebut raib setelah pengendara ojek yang ditumpangi pergi meninggalkan korban di tengah perjalanan.

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan melalui unggahan akun Facebook Deris Lewotobi di grup Bicara Lembata New, Kamis (27/8/2026). Dalam unggahan itu disebutkan, peristiwa terjadi sehari sebelumnya, Rabu (26/8/2026).

Menurut keterangan dalam unggahan, korban bersama anaknya tiba di Pelabuhan Laut Lewoleba sekitar pukul 11.30 WITA setelah datang dari Adonara menggunakan Kapal Motor Sinar Mutiara (motor pagi).

Karena harus segera menghadiri pemakaman neneknya di Desa Aulesa, korban menerima tawaran tumpangan dari seorang pengendara ojek yang berada di kawasan pelabuhan.

Pengendara tersebut disebut menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah, mengenakan kaus putih dan memiliki tato di bagian tangan. Namun, identitas pengendara tersebut belum diketahui secara pasti.

Dalam perjalanan menuju Aulesa, korban dan anaknya sempat berhenti untuk membeli sejumlah kebutuhan di sebuah toko di wilayah Cabang H. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Lewo.

Saat tiba di kawasan Petuntawa, pengendara ojek tersebut disebut mengeluhkan ban sepeda motornya kempes. Korban bersama anaknya kemudian diminta menunggu di lokasi, sementara barang bawaan mereka tetap berada di sepeda motor.

Namun, setelah menunggu kurang lebih satu jam, pengendara tersebut tidak kunjung kembali. Korban kemudian berusaha mencari keberadaannya di sejumlah bengkel di sekitar Petuntawa, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Dalam kondisi tersebut, korban akhirnya meminta bantuan warga untuk dijemput. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan, seorang warga bernama Merry Langoday turut membantu menghubungi pihak keluarga hingga korban dan anaknya dapat dijemput dari lokasi.

Adapun barang bawaan yang disebut ikut dibawa oleh pengendara tersebut terdiri dari tiga buah sarung Adonara, tiga sarung Wadimor, satu sarung Mangkok Mas serta sejumlah sembako.

Pihak keluarga berharap kejadian ini mendapat perhatian dari masyarakat luas, khususnya warga Lembata, agar lebih berhati-hati ketika menggunakan jasa ojek, terutama di kawasan pelabuhan.

Keluarga juga berharap apabila informasi mengenai pengendara maupun barang-barang tersebut diketahui masyarakat, dapat segera disampaikan kepada pihak keluarga atau aparat berwenang sehingga persoalan tersebut dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, keluarga mengingatkan agar kejadian yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut tidak kemudian menimbulkan stigma terhadap seluruh pengemudi ojek.

“Semoga kejadian ini menjadi perhatian banyak orang. Kami juga berharap jangan sampai perbuatan oknum justru menjadi preseden buruk terhadap citra saudara-saudari kita yang bekerja sebagai tukang ojek. Masih banyak pengemudi ojek yang bekerja dengan jujur dan membantu masyarakat,” demikian harapan yang disampaikan pihak keluarga saat dihubungi Owntalk.co.id Kamis (27/8/2026) pagi.

Keluarga menegaskan, persoalan tersebut bukan ditujukan kepada profesi ojek secara keseluruhan, melainkan terhadap oknum yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan pengendara maupun barang-barang tersebut diharapkan dapat membantu memberikan informasi kepada pihak keluarga atau aparat berwenang.

Exit mobile version