Jakarta, Owntalk.co.id – Upaya penyelesaian berbagai aspirasi pekerja PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mulai menunjukkan titik terang. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, turun tangan memfasilitasi dialog antara Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara–PT Sinergi Gula Nusantara (SPBUN-SGN) dengan manajemen perusahaan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Pertemuan yang turut dihadiri Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, berlangsung dalam suasana konstruktif. Sejumlah persoalan ketenagakerjaan yang selama ini menjadi perhatian pekerja dibahas secara terbuka hingga menghasilkan titik temu sebagai langkah awal penyelesaian.
Anggia mengatakan, DPR RI hadir sebagai jembatan komunikasi agar perusahaan dan pekerja dapat mencari solusi terbaik melalui dialog.
“Ada beberapa aspirasi yang memang kita komunikasikan. Komisi VI memfasilitasi antara korporasi, PTPN, SGN dengan para karyawan, dan alhamdulillah akhirnya bertemu di titik temu. Jadi memang kita mencari solusi terbaik bersama,” ujar Anggia.
Menurutnya, sejumlah tuntutan seperti pemberian bonus kinerja, standarisasi dan harmonisasi remunerasi, serta bentuk apresiasi bagi karyawan kini sedang diproses melalui komunikasi intensif antara manajemen dan serikat pekerja.
Ia berharap proses tersebut dapat memperkuat hubungan industrial yang harmonis sehingga memberikan kepastian bagi para pekerja sekaligus menjaga produktivitas dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Di sisi lain, Ketua Umum SPBUN-SGN, Muchammad Rofi, menyampaikan apresiasi kepada Sufmi Dasco Ahmad dan Komisi VI DPR RI yang telah membuka ruang dialog sehingga berbagai aspirasi pekerja dapat dibahas bersama pihak manajemen.
“Alhamdulillah aspirasi kami difasilitasi oleh Pak Dasco, Bu Anggia, dan Pak Nasim dari Komisi VI. Apa yang menjadi tuntutan dan aspirasi kami dibahas melalui komunikasi dengan pihak manajemen sehingga memperoleh penyelesaian. Terima kasih,” kata Rofi.
Sebelumnya, SPBUN-SGN mengajukan sejumlah aspirasi, di antaranya pemberian bonus atau apresiasi kinerja, harmonisasi remunerasi, bantuan uang perayaan, serta penguatan pengembangan sumber daya manusia. Serikat pekerja juga berharap adanya penyetaraan kesejahteraan dengan subholding lain di lingkungan PTPN Group.
Selain itu, pekerja mendorong Holding Perkebunan segera merealisasikan harmonisasi remunerasi yang telah dijanjikan sejak pembentukan subholding. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga motivasi karyawan sekaligus mendukung target swasembada gula dan ketahanan energi nasional.
Meski proses penyelesaian masih terus berjalan, pertemuan yang difasilitasi DPR RI menjadi sinyal positif bagi terciptanya solusi yang mengakomodasi kepentingan pekerja dan perusahaan melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. (*)
