Jakarta, Owntalk.co.id – Di tengah pembahasan strategi nasional pencegahan terorisme, warisan budaya Melayu dari Kepulauan Riau justru menjadi penutup yang paling membekas. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji sebagai pesan moral untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan bangsa.
Pembacaan karya sastra yang lahir dari bumi Melayu Kepulauan Riau itu dilakukan saat Menko Polkam membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE), yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Di hadapan perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, sektor swasta, hingga perwakilan negara sahabat, Djamari mengutip bait “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri.”
Petuah Raja Ali Haji tersebut dimaknai sebagai pentingnya kesatuan visi antara pemimpin dan para pembantunya. Musyawarah, kebersamaan, dan kerja sama yang solid menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, termasuk ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.
Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja.” Bait ini mengandung pesan tentang integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam mengemban amanah. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi antarkementerian, antarlembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Pemilihan Gurindam Dua Belas sebagai penutup pidato bukan sekadar penghormatan terhadap karya agung Raja Ali Haji. Lebih dari itu, Menko Polkam ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur yang lahir dari tanah Melayu Kepulauan Riau masih relevan menjadi pedoman dalam menjawab tantangan bangsa saat ini.
Sebelumnya, Djamari menegaskan bahwa meski tren terorisme di Indonesia terus menurun, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah. Menurutnya, kondisi yang kondusif harus dijaga melalui langkah-langkah pencegahan yang terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Pesan yang disampaikan melalui Gurindam Dua Belas menjadi penegas bahwa keamanan bangsa tidak hanya dibangun dengan kekuatan hukum dan aparat, tetapi juga dengan nilai-nilai kebijaksanaan, persatuan, dan tanggung jawab yang telah diwariskan para pendiri bangsa.
Dari Kepulauan Riau, Raja Ali Haji telah meninggalkan warisan pemikiran yang terus hidup dan menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam memperkuat kolaborasi nasional demi mewujudkan negeri yang aman, damai, dan berketahanan.
