Karimun,Owntalk.co.id – Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Kabupaten Karimun menuai sorotan dari Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kepri 1, Jantro Butar-Butar. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi konsumen listrik dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Jantro menilai pemadaman listrik yang terjadi diduga bukan semata-mata akibat gangguan teknis, melainkan adanya unsur kelalaian dalam pengelolaan sistem kelistrikan. Ia meminta pihak PLN memberikan penjelasan yang terbuka kepada masyarakat terkait penyebab terjadinya blackout tersebut.
“Pemadaman ini sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen listrik. Selain aktivitas warga terganggu, banyak pedagang kecil dan pelaku UMKM yang mengalami kerugian karena tidak dapat menjalankan usahanya,” ujar Jantro. Rabu (22/07/2026).
Ia juga menyoroti dampak sosial yang dirasakan masyarakat selama listrik padam. Menurutnya, ada warga yang terpaksa menyewa kamar hotel demi kenyamanan anak-anak mereka, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke lokasi yang masih memiliki pasokan listrik.
“Kami melihat ada masyarakat yang memiliki anak kecil sampai harus menyewa kamar hotel agar anaknya tidak kepanasan dan menangis. Ada juga yang terpaksa mengungsi ke tempat lain yang listriknya masih menyala,” katanya.
Selain itu, Jantro mempertanyakan efektivitas pemeliharaan yang sebelumnya dilakukan PLN. Ia menyinggung adanya jadwal pemadaman bergilir dengan alasan perawatan, namun belakangan justru terjadi kebakaran pada mesin pembangkit yang mengakibatkan pemadaman total.
“Kalau sebelumnya dilakukan pemadaman bergilir dengan alasan pemeliharaan, mengapa masih bisa terjadi kebakaran pada mesin? Masyarakat tentu mempertanyakan efektivitas pemeliharaan tersebut,” ujarnya.
Jantro berharap pihak PLN segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia juga meminta manajemen bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.
“Kalau memang tidak sanggup memimpin dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, lebih baik mundur saja,” tegasnya.

