Batam, Owntalk.co.id – Dukungan yang diberikan warga Perumahan Prima Garden RW 013, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, terhadap pembangunan Menara Tower milik PT. Era Bangun Towerindo kini mulai dibayangi kekecewaan. Setelah lebih dari enam bulan sejak persetujuan lingkungan diberikan pada akhir Desember 2025, masyarakat menilai belum ada realisasi nyata terhadap aspirasi yang telah disampaikan kepada perusahaan.
Kekecewaan tersebut mengemuka dalam rapat perangkat RT dan RW 013 yang berlangsung pada Minggu (14/06/2026) di Posyandu Prima Garden. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah ketidakjelasan komitmen perusahaan terkait pemasangan portal lingkungan yang selama ini disebut-sebut telah memperoleh persetujuan.
Harapan warga sempat tumbuh ketika Pengawas PT. Era Bangun Towerindo, Pandiangan, dalam pertemuan bersama perangkat lingkungan pada Senin (11/05/2026), disebuah kedai Bandrek ruko Prima garden, menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat akan ditindaklanjuti. Bahkan sehari kemudian, Selasa (12/05/2026), melalui Ketua RW 013 Borkat Siregar, disampaikan bahwa usulan pemasangan portal telah disetujui oleh perusahaan.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan adanya pengukuran lapangan yang dilakukan pihak perusahaan di lokasi rencana pemasangan portal. Bagi masyarakat, langkah tersebut menjadi indikator bahwa usulan telah diterima dan hanya menunggu pelaksanaan.
Namun situasi berubah ketika muncul komunikasi dari seseorang bernama Wira yang mengaku berasal dari kantor PT. Era Bangun Towerindo di Jakarta, Pada Selasa, 19/05/2026 Dalam percakapan dengan Ketua RW 013, Wira menyampaikan bahwa perusahaan tidak dapat memberikan bantuan berupa portal auto gate sebagaimana yang dipahami masyarakat. Sebagai gantinya, perusahaan hanya menyanggupi bantuan sebesar Rp5 juta.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya. Sebab sebelumnya masyarakat memperoleh informasi bahwa pemasangan portal telah disetujui dan bahkan telah dilakukan pengukuran lapangan. Jika memang tidak dapat direalisasikan, lalu untuk apa pengukuran dilakukan? Jika memang hanya bantuan Rp5 juta yang tersedia, mengapa informasi tersebut tidak disampaikan sejak awal kepada masyarakat?
Dalam komunikasi tersebut, Ketua RW 013 juga telah menjelaskan bahwa kebutuhan warga adalah portal auto gate model tombol tanpa kartu dengan nilai sekitar Rp17 juta berdasarkan penawaran dari salah satu toko di Kota Batam. Informasi itu disampaikan agar perusahaan memahami kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar asumsi angka yang muncul tanpa dasar.
Ketua RT 04 RW 013, Sarkim Herik, menilai perbedaan informasi yang disampaikan oleh pihak perusahaan telah menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Menurutnya, warga berhak memperoleh penjelasan yang jelas dan terbuka karena seluruh proses komunikasi selama ini dilakukan melalui jalur resmi perangkat lingkungan.
“Yang dipersoalkan masyarakat bukan besar atau kecilnya bantuan. Yang dipersoalkan adalah konsistensi. Jangan sampai yang disampaikan di lapangan berbeda dengan yang disampaikan kantor pusat. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat,” tegas Sarkim.
Warga menilai keberadaan investasi di lingkungan mereka seharusnya dibangun melalui komunikasi yang jujur dan komitmen yang jelas. Sebab dukungan masyarakat yang telah diberikan sejak awal merupakan bentuk kepercayaan yang seharusnya dijaga, bukan dibiarkan menggantung tanpa kepastian.
Melalui rapat perangkat RT dan RW 013, masyarakat mendesak PT. Era Bangun Towerindo segera memberikan klarifikasi resmi mengenai status usulan portal lingkungan yang selama ini menjadi pembahasan bersama. Warga juga meminta perusahaan menjelaskan secara terbuka apakah komitmen yang pernah disampaikan masih berlaku atau telah berubah.
Perangkat lingkungan mengingatkan bahwa semakin lama persoalan ini dibiarkan tanpa kejelasan, semakin besar potensi munculnya kekecewaan di tengah masyarakat. Jika tidak segera diselesaikan, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu gejolak sosial yang berpotensi mengganggu hubungan harmonis antara perusahaan dan warga di sekitar lokasi Menara Tower.
Bagi masyarakat Prima Garden, persoalan ini tidak lagi sekadar tentang portal lingkungan. Yang sedang dipertaruhkan adalah nilai sebuah komitmen dan kepercayaan yang selama ini menjadi dasar hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
