TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia di Perairan Karimun, Kerugian Capai Rp1,9 Miliar

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Karimun,Owntalk.co.id – Upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke wilayah Kabupaten Karimun berhasil digagalkan oleh TNI Angkatan Laut dalam operasi pengamanan di perairan Pulau Takong Iyu, Kepulauan Riau, pada Rabu (10/6/2026).

Dalam operasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Quick Response Region Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun dan Denintel Kodaeral IV Batam mengamankan seorang pria berinisial AK (67). Tersangka yang diketahui berprofesi sebagai nelayan sekaligus tekong speedboat itu diduga membawa narkotika dari kawasan Tanjung Piai, Johor, Malaysia menuju Karimun.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa sabu seberat 1.084 gram dan 582 butir pil ekstasi merek Hellcat. Total nilai barang haram yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai Rp1,917 miliar.

Komandan Komando Daerah Maritim Barat (Kodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Wijanarko, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional pemberantasan narkotika sebagaimana arahan pemerintah pusat.

Menurutnya, keberhasilan operasi ini tidak hanya dilihat dari nilai ekonomi barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari besarnya dampak yang dapat dicegah terhadap masyarakat. Berdasarkan perhitungan, penyitaan narkotika tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 12 ribu orang dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Ia menegaskan TNI AL akan terus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan laut yang selama ini kerap dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang ilegal dari luar negeri. Masyarakat juga diminta berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang ditemukan di kawasan pesisir dan perairan.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Karimun. Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyampaikan penghargaan kepada TNI AL dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.

Menurutnya, penggagalan penyelundupan ini menjadi bukti bahwa wilayah perairan Karimun masih rentan dimanfaatkan oleh jaringan narkotika internasional. Ia menegaskan pemberantasan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan masa depan generasi muda.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Ia menilai faktor ekonomi sering menjadi salah satu penyebab warga tergoda terlibat dalam aktivitas penyelundupan, sehingga diperlukan langkah kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Pengungkapan kasus ini kembali menunjukkan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia, sekaligus menutup ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika lintas negara yang mengancam masyarakat.

Exit mobile version